Pilpres Tidak Memuaskan, Rakyat Perancis Pilih Obama

Rakyat Perancis Pilih Obama – Reputasi Barack Obama rupanya masih diakui cemerlang bagi publik manca negara. Setelah menyelesaikan masa kepemimpinannya sebagai presiden Amerika Serikat, banyak orang merindukan sepak terjangnya di dunia politik. Sebagian lagi memilih menggoda beliau dengan melontarkan candaan seputar kiprahnya berjibaku mengelola negara adidaya tersebut.

Salah satu perusahaan startup, Spotify, menawarkan Obama jabatan kehormatan sebagai presiden of playlist. Mantan presiden kulit hitam ini sama sekali tidak tersinggung mendengarnya. Lagipula, beliau memang dikenal punya selera humor yang baik. Namun, sepertinya tawaran kali ini bukanlah sebuah guyonan belaka. Sejumlah rakyat Perancis membuat petisi untuk menyerahkan hak pilih mereka kepada Obama akibat pilpres yang dirasa tidak memuaskan. Apa sebabnya?

Pilpres Tidak Memuaskan, Rakyat Perancis Pilih Obama1

Sebelum masuk ke inti pembahasan, mari kita bedah sejenak ide gila berikut. Di usianya cenderung masih cukup muda, Obama nampaknya sanggup untuk mengemban jabatan presiden beberapa periode ke depan. Masalah pertama, pada umumnya seseorang hanya berhak menjabat sebagai presiden paling banyak 2 kali sepanjang hidupnya.

Berhubung pak Obama total sudah 8 tahun berperan menjadi presiden AS, artinya ia tidak mungkin lagi maju sebagai capres pemilu berikutnya. Masalah belum selesai sampai di situ, di mana seorang presiden seharusnya wajib berkebangsaan negara tempatnya mencalonkan diri. Lantas, bagaimana ceritanya rakyat Perancis menjagokan Barack Obama yang notabene warga negara AS untuk maju ke pilpres mereka?

Rakyat Perancis Pilih Obama Next President Of France

Kala itu 2017, pemilihan umum presiden Perancis akan memasuki putaran pertama pada bulan April. Seperti permainan politik klasik pada umumnya, jumlah peserta yang mencalonkan diri hanya ada dua orang, yakni Marine Le Pen serta Emmanuel Macron. Marine merupakan perwakilan dari partai National Front, sementara lawannya Emmanuel mantap diusung oleh pendukungnya tanpa pegangan parpol.

Marine Le Pen rajin masuk headline berita berulang kali disebabkan oleh celotehan agresifnya. Salah satu contoh kasus, suatu hari Donald Trump menyuarakan kampanye anti muslim secara luar biasa. Ia ingin memblokir akses semua orang beragama islam supaya tidak bisa masuk ke Amerika Serikat. Marine menganggap ide itu brilian, sementara Trump justru menuai kecaman dari sorotan publik sedunia.

Barack Obama The Next President Of France

Sebagian besar rakyat Perancis khawatir jika Marine resmi terpilih sebagai presiden, ia akan semakin brutal bertindak. Entah apa yang merasuki nya, mendadak muncullah petisi tentang ide mengusung Barack Obama sebagai the next president of France.

Mereka secara gamblang menyatakan undangan kepada Obama supaya pindah kewarganegaraan menjadi Perancis, lalu ikut pemilu. Melalui portal berita CNN, seorang juru bicara dari gerakan ini menjelaskan bahwa mereka sangat lelah melihat kelakuan Marine yang konyol dan tidak masuk akal. Sementara itu, kandidat independen Emanuel pun tidak berhasil mengambil hati masyarakat Perancis.

 

Pemilu Perancis, Sejarah Yang Terulang Kembali

Bagaikan sejarah yang terulang kembali, Perancis sedang dalam masa dilema persis seperti warga USA beberapa waktu lalu. Kala itu, hanya ada dua kandidat di pilpres USA, yaitu Hillary Clinton dan Donald Trump. Memilih satu di antara mereka merupakan keputusan sulit, sebab keduanya merupakan sosok kontroversial juga rajin membuat sensasi.

Begitu besar kebencian terhadap Hillary, menyebabkan dukungan terhadap Trump tak terbendung lagi. Donald Trump pun sukses merebut kursi kepemimpinan puncak di pemerintahan Amerika Serikat. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, negara adidaya dipimpin oleh seorang badut yang hobi menciptakan lelucon. Terlalu takut membayangkan hal itu, rakyat Perancis berusaha memperbaiki nasib mereka supaya tidak terjadi tragedi berulang dengan mencalonkan Obama.

Pemilu Perancis, Sejarah Yang Terulang Kembali

Walaupun terkesan seperti bercanda, juru bicara kegerakan petisi ini mengaku serius ingin Obama naik jadi presiden Perancis. Kami tidak peduli dia asli orang Perancis atau bukan. Hei, itu Barack Obama! Apa lagi yang mesti diragukan? Begitu kira-kira pernyataan nya. Sebenarnya, mereka pun menyadari bahwa mustahil impian ini bisa terwujud karena terbentur oleh peraturan negara. Namanya juga usaha, aktivis gerakan ini cukup nekat mulai dari pembuatan website, memasang spanduk di jalan, dan puncaknya melayangkan petisi.

Menargetkan satu juta dukungan, dalam satu bulan petisi tersebut sudah ditandatangani oleh 50 ribu orang. Apa yang mereka lakukan adalah bentuk kekecewaan terhadap situasi politik Perancis. Banyak di antaranya benci dimanipulasi karena hanya diberi dua pilihan kandidat presiden. Harapan besarnya supaya setiap orang bisa mendukung sepenuh hati, bukan karena keterpaksaan akibat menolak pilihan satunya.

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *