Perlukah Imunisasi Di Usia Sekolah Bagian 4

Karena Pertusis biasanya sudah diberikan di bawah usia 5 tahun di mana prevalensi angka kejadiannya lebih tinggi pada anak di bawah usia balita dibandingkan remaja dan dewasa. Apakah tak masalah jika anak yang sudah diimunisasi itu mendapatkan imunisasi lagi yang sama di usia SD? Sebenarnya tidak masalah, tetapi jika anak sudah mendapat imunisasi secara lengkap, tentu tidak perlu diberikan lagi. Kecuali diberikan pada saat terjadinya wabah yang mengharuskan semua anak mendapatkan imunisasi tanpa memandang status imunisasi apakah anak sudah pernah mendapat imunisasi atau belum imunisasi tersebut.

Orangtua umumnya khawatir dengan pemberian imunisasi secara masal di sekolah, terkait dengan penggunaan jarum suntiknya. Apakah digunakan bersama-sama? Penggunaan jarum suntik ketika dilakukan imunisasi di sekolah-sekolah tidak mungkin dilakukan satu jarum untuk beberapa anak. Pasti satu anak satu jarum suntik, jadi sekali pakai. Apa yang harus dilakukan sekolah ketika akan mengadakan program imunisasi di sekolah? Setiap program imunisasi yang akan diadakan di sekolah harus disosialisasikan pada orangtua. Pihak sekolah dapat mengadakan pertemuan dengan orangtua murid atau melalui surat edaran.

Pihak sekolah menjelaskan kapan penyelenggaraannya, imunisasi apa yang diberikan, kemungkinan efek samping yang bisa dialami serta seperti apa penanganannya. Jangan lupa untuk membuat surat pernyataan setuju yang ditandatangani orangtua untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Intinya, semua harus melalui sosialisasi dan komunikasi. Jika pihak sekolah tidak menyosialisasikan, ada kemungkinan orangtua pun khawatir dan takut untuk membolehkan anaknya diimunisasi dan menganggap imunisasi tak penting untuk diberikan.

Bagaimana bila orangtua tidak membolehkan anaknya disuntik imunisasi di sekolah? Menyetujui atau tidak anak diberikan imunisasi di sekolah merupakan hak orangtua. Ada orangtua yang ingin imunisasi anaknya diberikan oleh dokter di klinik atau rumah sakit. Dalam hal ini, sosialisasi dan komunikasi yang baik oleh pihak sekolah mengenai program imunisasi di sekolah menjadi sangat penting. Di kelas berapa saja biasanya ada imunisasi di sekolah?

Biasanya imunisasi di sekolah diadakan untuk anakanak kelas 1 dan 6 SD. Bagaimana dampaknya bila anak tidak diimunisasi di usia SD? Imunisasi memang tidak menjamin 100% anak tidak terkena penyakit. Namun, imunisasi bisa mencegahnya hingga 80-95% sehingga jika terjangkit penyakitnya, risiko yang dialami akan lebih ringan dibanding jika tidak diimunisasi. Kursus IELTS di Jakarta terbaik adalah pilihan tepat untuk anda yang ingin bekerja di luar negeri.

Perlukah Imunisasi Di Usia Sekolah Bagian 3

Untuk anak usia 7 tahun atau lebih dan belum pernah mendapatkan imunisasi, maka diberikan TD saja. TD 1 dan 2 dengan interval 1-2 bulan, selanjutnya TD 3 diberikan 6-12 bulan kemudian. Booster atau ulangan diberikan dengan interval 1 tahun sampai dosis total 5x pemberian. Contoh lain, imunisasi Hepatitis B. Pada anak yang sama sekali belum pernah diberikan, dia tetap mendapat 3 kali pula imunisasi, yaitu saat sekarang, satu bulan kemudian, dan 6 bulan. Intervalnya sama dengan seperti yang diberikan pada bayi yang baru lahir.

Ada pula pemberian dosis imunisasi yang berbeda, misalnya pada in­ uenza. Anak di bawah usia 3 tahun pemberiannya sebanyak 0,25 ml, sedangkan di atas 3 tahun dosisnya 0,5 ml. Untuk imunisasi Pneumokokus di usia balita pemberiannya di usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan serta 1 tahun. Jika di usia balita tidak lengkap, maka pemberiannya cukup satu kali lagi di usia SD. Efektifkah pemberian imunisasi yang sudah terlewat tersebut jika dilakukan pada anak usia sekolah dasar? Efektif dan bermanfaat untuk memberikan kekebalan tubuh bagi anak tersebut dalam hal mencegah penyakit.

Tetapi, jika anak telah terkena penyakit sebelum mendapatkan imunisasi, maka pemberian imunisasinya dapat tidak diberikan lagi. Contoh, anak terkena cacar air sebelum mendapatkan imunisasi varisella atau cacar air, maka imunisasi Varisela tidak perlu diberikan/tidak dianjurkan lagi karena sudah ada kekebalan dalam tubuhnya terhadap penyakit tersebut yang didapatkan pada saat anak sakit. Imunisasi ini dapat bertahan selama hidup. Imunisasi apa saja yang biasanya dilakukan di sekolah-sekolah? Umumnya Campak, DPT, dan Polio.

Adakalanya pemberian imunisasi juga tergantung adanya suatu wabah penyakit yang saat itu timbul. Misalnya, di suatu tempat/daerah tertentu terjadi wabah maka dilakukan pemberian imunisasi ke sekolah-sekolah terhadap penyakit tersebut. Biasanya pemberian dilakukan tanpa memandang status imunisasi anak, apakah anak sudah diimunisasi atau belum. Pada anak di atas 5 tahun biasanya imunisasinya sudah TD tanpa Pertusis.

Mendidik anak memang bukan perkara mudah namun tidak sulit juga jika kita bisa mengatasinya dengan benar. Berikut ini bisa anda simak situs parenting dan pendidikan terbaik untuk anak. Baca juga tempat kursus FSJ Jerman terbaik agar lolos dan bisa bekerja di Jerman.

Perlukah Imunisasi Di Usia Sekolah Bagian 2

Apa sajakah imunisasi di usia sekolah itu? Umumnya pemberian imunisasi di usia SD adalah imunisasi ulangan dan diberikan sebagai penguat atau booster. Tapi ada juga yang benar-benar baru diberikan di usia SD seperti imunisasi HPV (Human Papiloma Virus) yang diberikan pada anak perempuan usia 10 tahun. Imunisasi ini untuk mencegah kanker serviks pada wanita. Wajibkah imunisasi di usia sekolah dasar ini? Semua imunisasi dianjurkan diberikan secara lengkap, baik imunisasi dasar maupun booster (ulangan).

Mengingat mencegah suatu penyakit lebih baik daripada mengobatinya. Kalau di usia balita imunisasi dasar terlewat, apakah di usia SD boleh diberikan? Sebaiknya diberikan. Ada istilah yang disebut catch-up imunisasi. Jadi, imunisasi yang tidak diberikan saat anak balita, sebagian besar dapat diberikan di atas usia balita. Termasuk contohnya pemberian vaksin Hepatitis B, DPT, PCV (Pneumococal Conjuntive Virus), Varisela, Tifoid, In­ uenza, dan Hepatitis A.

Bagaimana dengan pemberian imunisasi yang terlewat tersebut ketika diberikan di usia sekolah. Apakah prosedurnya sama? Sebagian imunisasi diberikan dengan cara yang sama seperti pemberian pada balita. tetapi ada pula yang diberikan dengan cara, interval pemberian, serta dosis yang berbeda. Sebagai contoh, imunisasi DPT umumnya diberikan bersama dengan HiB dalam bentuk kombinasi pada usia minimal 6 minggu untuk yang pertama kali (DPT1).

Interval antara DPT 1,2, dan 3 masing-masing adalah 2 bulan, sedangkan DPT 4 (booster1) diberikan pada usia 18-24 bulan dan DPT 5 diberikan pada saat masuk sekolah usia 5 tahun. Selanjutnya diberikan TD 6 pada usia 10 tahun dan TD 7 pada usia 18 tahun. Jika DPT diberikan pada anak usia kurang dari 8 tahun dan belum pernah mendapatkan imunisasi dasar, maka DPT diberikan sebanyak 4 dosis dengan interval antara DPT 1, 2, dan 3 adalah 1-2 bulan, interval antara DPT 3 dan 4 adalah 6 bulan kemudian. Setelah anak tersebut berusia lebih dari 8 tahun, diberikan TD sebagai penguat setiap 10 tahun.

Mempersiapkan anak untuk kuliah bisa juga dimulai dari sejak dini. Selain dana yang harus siap juga bekal materi untuk bisa lolos dari tes penerimaan mahasiswa baru di universitas luar negeri. Berikut ini adalah lembaga pelatihan tes masuk universitas luar negeri yang terbaik. Tempat kursus bahasa Jerman di Tangerang merupakan rekomandasi kursus terbaik.

Perlukah Imunisasi Di Usia Sekolah Bagian 1

Malam hari, setelah menata bukun pelajaran esok ya untuk hari, Wildan (6) menyodorkan lembaran surat. “Bunda, ini harus ditandatangan. Minggu depan mau ada imunisasi di sekolah.” Saya baca surat itu. Surat pemberitahuan mengenai pelaksanaan imunisasi Campak di sekolah. Pada bagian bawahnya ada potongan kecil formulir yang harus diisi mengenai data diri siswa serta pernyataan bersedia tidaknya orangtua untuk membolehkan anaknya diimunisasi di sekolah. Pernyataan itu dilengkapi pula dengan tanda tangan orangtua di bawahnya.

Mengingat saya belum sempat membawanya ke dokter untuk melakukan imunisasi ulangan, saya merasa terbantu dengan program ini. Saya pikir, bukankah sama saja prinsipnya pemberian imunisasi ini dengan di klinik atau rumah sakit yang dilakukan oleh dokter? Kemudian, saya putuskan untuk menandatangani persetujuan agar Wildan bisa dimunisasi di sekolah. “Bunda, jadi boleh aku ikut imunisasi? Soalnya, temanku Lukman, katanya enggak mau disuntik di sekolah. Enggak dibolehkan sama mamanya,” cerita Wildan sambil melihat saya menandatangani surat itu. Saya memahami kekhawatiran mama Lukman.

Memang ada orangtua yang menolak pemberian imunisasi di sekolah. Ada beragam alasannya, seperti anaknya sudah pernah diimunisasi, khawatir dengan efek samping yang akan dialami anak, khawatir dengan penggunaan jarum suntiknya, ingin di dokter rumah sakit atau klinik saja, dan lain-lain. Itu merupakan hak orangtua untuk menentukan pilihannya. Saya memutuskan mengikutkan Wildan dengan alasan manfaat serta kepraktisannya.

Namun tak urung, program imunisasi di sekolah Wildan memunculkan rasa ingin tahu. Sebenarnya, imunisasi apa saja yang seharusnya diperoleh anak di usia SD ini? Seberapa efektif pemberian imunisasi ini di usia anak sekolah dasar? Saya kemudian mendatangi dr. Hendri Tanu Jaya, Sp.A. Berikut tanya jawab saya dengan spesialis anak yang berpraktik di Eka Hospital BSD itu; Apakah masih banyak orangtua yang melakukan imunisasi pada anakanaknya di usia sekolah dasar?

Masih ada dan saya anggap ini hal baik. Hanya, masih ada juga orangtua yang tidak tahu, ada beberapa imunisasi, baik ulangan maupun baru, yang sebaiknya diberikan di SD. Kemungkinan lain, imunisasi anak terlewat karena di usia SD umumnya anak jarang sakit. Jadi selama di SD, orangtua lupa melakukan imunisasi (ulangan).

Di usia anak masih SD sangat bagus untuk mendapatkan pelajaran tambahan bahasa asing karena otak masih sangat mudah menerima hal baru. Karena itulah sangat penting memasukkan anak ke lembaga pelatihan bahasa asing yang terbaik untuk bekal dimasa mendatang.

Kursus bahasa Jerman di Bandung terbaik merupakan rekomendasi untuk orangtua yang ingin anaknya fasih dalam berbahasa Jerman.

SPA Party untuk Bayi dan Anak

Ini adalah alternatif merayakan ultah yang unik, yakni para undangan cilik diajak menikmati spa. Tertarik? Silakan kunjungi Bubble n Me! Bubble n Me adalah sarana untuk para mama yang ingin membahagiakan buah hatinya. Di sini si kecil bukan sekadar dapat menikmati perawatan spa, tetapi juga mendapat hiburan yang bisa merelaksasi body and mind. Layaknya orang dewasa, bayi dan anak-anak pun butuh perawatan spa demi melenyapkan stres, kejenuhan, atau sekadar menghilangkan pegal-pegal pada tubuhnya.

Jadi, sungguh sebuah alternatif yang fun jika perayaan hari istimewa si kecil diadakan di Bubble n Me. Spa Party diperuntukkan anak-anak usia 6—12 tahun dengan minimal 10 anak. Di sini buah hati dan temantemannya dapat menikmati kegiatan spa bersama, seperti facial, creambath, choco bath, manicure & pedicure. Mereka pun akan diberi kesempatan melakukan spa factory, yakni kegiatan membuat parfum, salth bath, body glitter, serta lip blam. Setelah selesai berpesta, hasil dari kegiatan spa factory dapat dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.

Spa party dapat diadakan di setiap gerai Bubble n Me. Secara umum Bubble n Me hadir untuk memanjakan buah hati Anda dari usia 0—12 tahun. One stop service baby massage ini menyediakan berbagai layanan spa, seperti: – Massage cold and flu. – Sentuhan cinta (massage and swim). – Pediatric (massage untuk perut kembung karena masuk angin). – Massage untuk si kecil yang hobi main game di depan komputer dan tablet. – Berendam cokelat/ berendam susu. – Scrub stroberi/cokelat. – Gunting rambut, termasuk menggunting botak rambut bayi. – Creambath (stroberi/cokelat) – Manicure dan padicure. – Nail art.

Dunia anak memang sangat asyik dan menyenangkan, karena tidak memiliki beban pikiran yang mendalam. Namun ketika sudah beranjak dewasa dan harus menghadapi sebuah ujian sekolah ataupun masuk perguruan tinggi anak harus dipersiapkan. Dengan memberikan anak pelatihan tes masuk universitas luar negeri secara online lebih bisa memberikannya bekal. Sehingga ketika telah menghadapi ujian masuk universitas luar negeri pun tidak canggung dan ragu lagi. Selain itu juga berikan anak pelatihan di lembaga kursus bahasa Jerman di Bandung karena disanalah yang terbaik.

Relaksasi Sekaligus Stimulasi

Sebelum bayi bisa duduk, merangkak, berjalan atau melakukan keterampilan motorik lainnya, ia harus punya keseimbangan yang baik terlebih dulu. Ini berarti si kecil perlu memiliki kekuatan otot, pengontrolan otot, keseimbangan panggul, koordinasi, dan tentu kepercayaan diri. Meski secara natural, bayi akan bisa duduk dan berjalan pada akhirnya, namun otot-otot tubuhnya tetap perlu di latih. Prinsipnya sama seperti atlet maraton yang membutuhkan latihan setiap hari demi menguatkan ototnya sehingga di hari H siap mendapat hasil yang maksimal.

Terkait dengan ini, telah ada “Jump Start Baby” program terbaru di Mom n Jo Spa. Seri perawatan ini memiliki banyak manfaat, di antaranya: • Meningkatkan kekuatan otot leher bayi. • Meningkatkan otot bahu. • Meningkatkan otot panggul. • Meningkatkan otot kaki. • Membantu menguatkan dan mengoordinasikan otot-otot yang dibutuhkan untuk berguling, duduk, merangkak, berdiri, dan pada akhirnya berjalan. • Menstimulasi koordinasi mata dan tangan. Misal, meningkatkan kemampuan penglihatan mengikuti gerak sebuah benda atau memanipulasi mainan menggunakan kedua tangan.

Pijatan Lembut Untuk Si Kecil

“Jump Start Baby” menggabungkan pijatan lembut, peregangan otot tertentu secara lembut, ketukan neurologis, dan latihan penguatan otot bayi. Program ini hanya ada di Mom n Jo Spa, pioneer spa ibu hamil, bayi, dan anak dengan international certi­ ed. Si kecil akan menikmati perawatan yang dapat merelaksasikan sekaligus menstimulasinya. Perawatan terbagi menjadi 3 seri: A. Untuk bayi 1—4 bulan B. Untuk bayi 4—8 bulan C. Untuk bayi 8 bulan sampai bisa berjalan.

Merawat anak ketika masih bayi memang harus super hati-hati karena tubuh si bayi masih sangat rentan. Dengan dukungan ASI dan stimulasi yang benar, tumbuh kembang bayi dapat berjalan dengan baik. Sehingga ketika sudah beranjak besar nanti anak dapat belajar dengan apa yang dirasakan dari lingkungan sekitarnya. Pelatihan bahasa asing nampaknya juga harus diperhatikan di jaman modern dan globalisasi sekarang ini. Karena dengan melatih anak bahasa asing sejak masih kecil akan jauh lebih mudah dibanding sudah dewasa nanti.

Untuk mendapatkan pelatihan bahasa asing bisa dilakukan di rumah ataupun melalui online. Bimbingan belajar bahasa asing online terbaik merupakan salah satu cara untuk mendapatkan pelatihan kepada anak. Selain itu juga menyediakan pelatihan tes TOEFL IBT terbaik untuk hasil yang memuaskan.

Mitos dan Fakta Kopi untuk Ibu Hamil

originals.id – Kopi berbahaya bagi kehamilan. Ini tak sepenuhnya mitos, Mam. Penelitian menunjukkan adanya peningkatan risiko keguguran atau persalinan dini pada Mama hamil yang mengonsumsi minuman berkafein. Kendati demikian, bukan berarti Mama hamil dilarang minum kopi, asalkan jumlahnya dibatasi.

The American College of Obstetricians and Gynecologists pada 2010 menyatakan, ibu hamil dapat mengonsumsi kafein hingga 200 miligram per hari tanpa meningkatkan risiko keguguran ataupun kelahiran prematur. Namun, sebelumnya Mama hamil juga perlu tahu, zat aktif yang terkandung di dalam kopi menyebabkan frekuensi berkemih meningkat (termasuk pada janin). Apalagi jika asupan cairan pada Mama juga kurang, dapat menyebabkan kekurangan cairan atau dehidrasi, baik pada Mama maupun janin. Bukan cuma itu.

Kandungan kafein pada kopi juga akan membuat Mama sulit tidur karena otak terpengaruh, yaitu menjadi selalu siaga. Sering sulit tidur tentu akan mengganggu kesehatan Mama, semisal mudah lelah dan rasanya penat, padahal tidak melakukan aktivitas berlebihan. Keadaan sulit tidur juga akan menyebabkan Mama stres. Stres ini berkepanjangan akan membuat Mama tak nyaman, sehingga janin pun terpengaruh.

Fakta dan Mitos Seputar Nyeri Haid

Minuman bersoda dapat mengatasi nyeri haid dan memperlancar haid. Sakit-tidaknya haid serta kelancarannya dipengaruhi oleh hormon dan faktor psikis, jadi tak ada kaitannya sama sekali dengan minuman bersoda. Normalnya, siklus haid sekitar 21—36 hari dengan rata-rata 28 hari, sedangkan lamanya masa haid sekitar 3—7 hari. Nyeri haid wajar terjadi, dimulai sehari sebelum tiba haid dan umumnya berlangsung 2—3 hari.

Nyeri haid yang dirasakan setiap perempuan berbeda-beda, ada yang merasa sedikit terganggu namun ada pula yang justru sangat terganggu hingga tak dapat beraktivitas. Untuk membantu mengurangi nyeri haid, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Antara lain dengan melakukan kompres hangat atau pemijatan ringan (lakukan gerakan memutar dengan menggunakan ujung jari) di bawah perut.

Konsumsi minuman hangat namun hindari yang mengandung kafein, alkohol, dan tinggi gula karena kandungan tersebut dapat memperparah nyeri. Bila nyeri cukup mengganggu, berbaringlah dengan posisi kaki sedikit diangkat atau berbaring miring dengan lutut ditekuk. Obat antinyeri haid yang dijual bebas boleh dikonsumsi apabila nyeri teramat mengganggu, tentu baiknya juga diperiksakan ke dokter. Jadi, solusinya bukan mengonsumsi minuman bersoda ya, Mam.

Bagaimanapun, minuman bersoda tak dianjurkan karena bisa mengancam kesehatan. Konsumsi minuman bersoda yang rutin dalam jangka panjang dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan siklus menstruasi. Belum lagi kandungan gula dan kalorinya yang tinggi, sehingga dapat menyebabkan kegemukan, baik pada orang dewasa maupun anak-anak.

Sekalipun dalam kemasannya tertulis “free calorie” atau “diet”, penelitian selama 8 tahun terhadap 800 responden membuktikan, mereka yang minum sebotol soda diet setiap hari cenderung mengalami peningkatan bobot tubuh. Sementara pada anak-anak usia 5 tahun, penelitian menunjukkan adanya peningkatan perilaku agresif, penarikan diri, dan sulit konsentrasi.

Baca juga “ tempat kursus ielts terbaik di Jakarta “ agar lebih percaya diri dalam menghadapi tes ielts.

Mitos dan Fakta Air Kelapa Muda untuk Bumil

Minum air kelapa (hijau) muda saat hamil akan membuat kulit bayi putih bersih, rambut subur, serta bermata bening. Baik warna kulit maupun rambut bayi tidak ditentukan oleh minuman ataupun makanan yang dikonsumsi Mama hamil, melainkan oleh faktor genetik yang Mama Papa wariskan kepadanya. Jikapun Mama hamil dianjurkan minum air kelapa muda, lebih untuk kesehatan.

Ya, air kelapa muda mengandung berbagai zat yang bermanfaat bagi kesehatan. Air kelapa muda mengandung isotonik alamiah yang sangat penting untuk mengembalikan stamina dan cairan tubuh yang hilang (rehidrasi). Hal ini tentu sangat berguna bagi Mama hamil demi mencegah dehidrasi, mengingat dehidrasi saat hamil dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti: sakit kepala, kram, edema (bengkak air), bahkan kontraksi.

Minum air kelapa juga dianjurkan bagi mereka yang mengalami diare atau muntah, sesuai dengan fungsinya untuk menggantikan elektrolit yang hilang, seperti potasium sehingga juga dapat mengurangi perut kembung. Selain itu, air kelapa berfungsi sebagai diuretik alami, melancarkan buang air kecil dan membantu membersihkan saluran kemih sehingga dapat mencegah infeksi saluran kemih, terlebih pada Mama hamil.

Sementara kandungan asam lauratnya berkhasiat antibakteri, antijamur, dan antiviral, sehingga mampu melindungi kita dari penyakit. Air kelapa muda juga terbukti meningkatkan fungsi pencernaan, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Bahkan, air kelapa dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL/High-density lipoproteins) dalam tubuh.

Mitos dan Fakta Penyakit Step pada anak

Kopi dapat mencegah step pada anak. Step/kejang demam terjadi akibat aliran listrik di otak terganggu oleh demam. Kejadian step lebih sering pada anak usia 18 bulan sampai 3 tahun, itu pun bila memang ada riwayat step dalam keluarga. Bila salah satu orangtua pernah mengalami step, kemungkinan anaknya juga mengalami step sebesar 10—20%. Risiko ini meningkat jadi 30% apabila kedua orangtua dan saudara kandung si anak pernah mengalami step.

Sampai saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa kopi dapat mencegah step pada anak. Konsumsi kopi pada anak-anak, berapa pun jumlahnya, justru dapat merugikan. Setiap tahun, American Association of Poison Control Centers mencatat, sekitar 4.000 kasus paparan kafein pada anak dan 1.200 di antaranya adalah anak-anak berusia 6 tahun ke bawah. Anak yang sering mengkonsumsi kafein pada umumnya mudah sakit kepala, mual, punya masalah tidur, dan cepat marah.

Jadi, untuk mencegah step, bukan dengan memberikan kopi pada si kecil ya. Yang perlu Mama Papa lakukan adalah memberikan obat penurun panas jika suhu anak di atas 38,3 derajat Celsius agar ia nyaman. Saat demam, asupan minuman/cairan harus cukup untuk mencegah dehidrasi. Suhu demam dapat diturun kan dengan kompres handuk basah hangat di seluruh tubuh atau berendam dalam air hangat. Kejang demam sendiri umumnya tidak berbahaya.

Terkait minuman berkafein (selain kopi, juga teh, minuman soda berkarbonat, dan cokelat), untuk anak di bawah 12 tahun, Health Canada merekomendasikan asupan per hari tidak lebih dari 2,5 mg per kg berat badan anak. Dengan kata lain, berdasarkan rata-rata berat badan anak, asupan kafein per hari tidak lebih dari: 45 mg (usia 4—6 tahun); 62,5 mg (usia 7—9 tahun); dan 85 mg (usia 10—12 tahun).

Agar anak mendapatkan nilai toefl yang tinggi berikan ia latihan di kursus toelf di Jakarta terbaik.

Mitos dan Fakta Seputar Ikan dan Air

Mengonsumsi ikan saat menyusui membuat ASI menjadi amis. Jika Mama sampai “termakan” oleh pernyataan ini, maka si buah hati akan kehilangan zat gizi yang sangat penting bagi perkembangan otaknya. Ya, pernyataan itu Cuma mitos, Ma! Justru ikan merupakan salah satu makanan terbaik bagi Mama menyusui. Kandungan asam lemak omega 3, terutama pada ikan laut, penting untuk perkembangan otak bayi, penguat-an dinding sel, mencegah jantung koroner dan mengotrol kolesterol dalam darah.

Pilihlah ikan dalam kondisi segar. Hindari kerang karena tinggi kandungan merkuri, dan hindari ikan yang berasal dari tempat yang jauh karena dikhawatirkan menggunakan formalin. Hindari ikan mentah dan setengah matang. Bila terpaksa harus mengonsumsi kerang, pilihlah yang sudah betulbetul masak dan cangkangnya terbuka. Hindari pula jenis ikan tuna, hiu, makarel karena tinggi juga dengan kandungan logam beratnya.

Mitos dan Fakta Seputar Minum air

 Minumlah air putih minimal 8 gelas per hari. Air merupakan zat gizi esensial yang berperan sangat penting dalam tubuh. Sebagai bagian dari sistem transportasi tubuh, air mengangkut zatzat gizi ke sel-sel tubuh dan membawa sisa makanan ke luar tubuh. Makin muda seseorang, makin banyak kandungan air dalam tubuhnya.

Tubuh janin mengandung air kira-kira 98%, tubuh bayi sekitar 80%, anak sekolah kurang lebih 75%, dan orang dewasa sebanyak 50—65%. Oleh karena itu, kecukupan asupan air tidaklah sama pada setiap orang. Selain bergantung pada usia, juga tingkat aktivitas, jenis kelamin, suhu dan kelembapan lingkungan, serta kondisi tubuh. Memang, secara umum dianjurkan konsumsi air per hari sebanyak 2 liter atau 8 gelas. Namun, saat hamil dibutuhkan air sekitar 3 liter atau 12 gelas per hari untuk meningkatkan volume darah Mama dan janin.

Begitu pun dengan Mama menyusui, mengingat air merupakan komponen utama ASI. Anak-anak umumnya membutuhkan 45 ml air per kg berat badan setiap harinya. Asupan air dapat diperoleh dari minuman dan makanan berair. Asupan air perlu diperhatikan dengan saksama. Kekurangan asupan air ringan saja dapat menyebabkan perubahan mood dan konsentrasi, terutama pada anak. Jika berlangsung lama akan berakibat pada penurunan kualitas intelektual.

Agar anak mahir dalam berbahasa Jerman, berikan dia les di kursus bahasa Jerman di Tangerang.

Mitos dan Fakta Seputar Protein untuk Anak

Makan telur dalam kondisi setengah matang bahkan mentah bisa untuk menambah tenaga dan hal ini sangat baik. Telur merupakan sumber vitamin, mineral, protein, dan lemak yang baik unutk tubuh. Nilai gizi telur sangat lengkap. Kadar proteinnya sekitar 14% sehingga dari tiap butir telur akan diperoleh sekitar 8 g protein.

Kandungan asam amino proteinnya pun sangat lengkap, tetapi telur tidak mengandung karbohidrat sama sekali. Telur juga kaya fosfor dan besi, tetapi kandungan kalsiumnya rendah. Selain itu, telur juga mengandung vitamin B kompleks serta vitamin A dan D (dalam kuning telur), namun telur sama sekali tidak mengandung vitamin C.

Satu butir telur berukuran sedang memberikan energi sekitar 80 Kalori. Nilai gizi telur ayam kampung sama dengan telur ayam ras, meskipun banyak orang yang lebih menyukai telur ayam kampung. Namun, makan telur mentah atau setengah matang tidak menambah tenaga. Itu hanya mitos. Justru, telur mentah atau setengah matang belum siap untuk dicerna karena ikatan proteinnya masih begitu kuat sehingga sulit dipecah menjadi asam amino, sementara pembentukan otot mesti didukung oleh ketersediaan asam amino.

Dengan demikian, tidak tepat jika dinyatakan mengonsumsi telur mentah untuk tambah tenaga. Baik pada telur mentah maupun setengah matang bisa jadi terdapat bakteri yang menyebabkan munculnya penyakit, seperti Salmonela. Jadi, hindari konsumsi telur mentah ataupun setengah matang, terlebih pada Mama hamil dan bayi-balita yang rentan terserang bakteri.

Fakta lain yang perlu Mama Papa ketahui, kuning telur selain mengandung protein juga mengandung kolesterol, sekitar 250 mg per butir. Mengonsumsi telur dalam jumlah berlebihan akan meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh sehingga memicu munculnya penyakit jantung dan pembuluh darah.

Daging merah tidak baik untuk kesehatan. Daging merah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung karena kandungan lemak jenuhnya. Inilah yang menjadi penyebab daging merah tidak baik untuk kesehatan. Kendati lemak yang dikandung daging merah tergolong lemak jenuh yang dinilai tidak lebih sehat dibanding lemak tidak jenuh (unsaturated fatty acid), tubuh tetap membutuhkannya, namun dalam takaran yang terbatas.

Kelebihan lemak jenuh dalam menu, selain jelek akibatnya bagi kesehatan, juga membuat tubuh cepat kelebihan berat badan. Protein yang berasal dari daging lebih mudah dicerna 94% oleh tubuh. Dibandingkan dengan protein yang berasal dari gandum yang hanya dapat dicerna sebanyak 86%. Sedangkan protein yang berasal dari kacang-kacangan hanya diserap sebanyak 78%. Daging juga mengandung zat seng yang diperlukan tubuh anak untuk membentuk dan mamperkuat sistem imun, proses pertumbuhan, dan mempercepat penyembuhan luka.

Daging sapi mengandung zat seng sebanyak 4,0 mg/100 g, sedangkan daging anak sapi sebanyak 4,2 mg/100 g. Daging merah juga mengandung vitamin B yang sangat penting bagi Mama hamil untuk perkembangan janin. Belum lagi kandungan asam lemak omega 3 nya yang baik untuk kecerdasan.

Untuk anak yang ingin lancar berbahasa Jerman berikut rekomendasi tempat les bahasa Jerman di Jakarta yang wajib dicoba.