Mengenal Bata Ringan Atau Bata Hebel

Bata Ringan

Bata putih ini biasa orang menyebut dengan Bata Ringan atau juga disebut bata hebel, Merupakan salah satu jenis material untuk konstruksi bangunan rumah / gedung pengganti bata merah yang memiliki bobot lebih ringan jika dibandingkan batamerah / batako. Bata ini terbentuk dari campuran bahan-bahan seperti semen, kimia busa, gypsum, pasir, kapur, pasta alumunium, dan air.

Untuk proses pembuatannya pun sudah sangat modern karena sudah menggunakan mesin cetak pabrik. Karena berbagai segi keunggulannya, bata ini semakin dicari dan diminati, terutama oleh para investor maupun pengembang atau developer perumahan. Bata hebel yang telah teruji standard SNI ini biasanya digunakan sebagai pondasi utama dalam membuat dinding rumah. Hal ini karena produk bata ini bersifat ekonomis dan ringan sehingga terbilang cukup efisien dan cepat untuk digunakan dalam pembangunan proyek rumah, apartemen, hotel maupun proyek properti lainnya.

Jual Bata Ringan Murah | Bata ini punya dua jenis yang beredar di pasaran, yakni jenis Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan jenis Cellular Lightweight Concrete (CLC). Berikut perbandingan kedua jenis bata ringan / hebel tersebut:

1. Autoclaved Aerated Concrete / Bata AAC

Bata AAC merupakan beton seluler yang ada gelembung rongga udaranya karena terbentuk dari reaksi hasil kimia. Adapun bahan AAC umumnya terbuat dari Semen, pasir, kapur, air, sedikit gypsum dan pasta alumunium untuk pengembang atau pengisi rongga secara kimiawi. Untuk bisa mengenali serta membedakan nya, Anda bisa langsung melihat jenis bata hebel dari segi warnanya.

Bata hebel AAC ini berwarna putih karena terbentuk dari beragam materialnya. Untuk proses pembuatannya, biasanya menggunakan peralatan sederhana di industri rumahan yang kapasitas produksinya tidak begitu besar. Karena material dan proses produksi AAC berbeda dengan CLC, maka bobot AAC cenderung lebih ringan. Tetapi, jikalau ingin menggunakan bata hebel AAC ini untuk dinding rumah, maka Anda membutuhkan semen kusus yang dinamakan semen mortar.

2. Cellular Lightweight Concrete / Bata CLC

Bata hebel CLC melupakan beton konvensional pengganti material kerikil dengan gelembung udara. Dalam proses produksinya, CLC memakai busa organik yang kurang stabil sehingga tidak ada reaksi kimia saat pencampuran adonan. Busa ini berfungsi hanya sebagai media pembungkus udara.

Jika bata hebel AAC berwarna putih, berbeda dengan bata ringan / hebel CLC yang memiliki warna abu-abu. Hal tersebut karena CLC terbuat dari material pasir dari sungai atau pasir tambang. Oleh karena itu, bobot CLC lebih berat dari AAC. Normalnya, proses produksi bata hebel CLC menggunakan peralatan yang lebih canggih dan modern agar bisa menghasilkan kapasitas produksi yang banyak dengan kualitas yang baik. Jika Anda tertarik untuk memasang pada dinding rumah Anda, CLC ini bisa Anda pasang dengan semen biasa.

Ukuran dan Harga Bata Hebel

Bata ini memiliki tingkat ketebalan, yakni 75 mm, 100 mm, 125mm, 150 mm, 175 mm, dan 200 mm. Semakin tebal bata yang dipilih maka akan semakin kuat pula kekuatan dinding yang dibangun. Namun, apakah semua ukuran tersebut gampang didapatkan di toko bangunan? Tidak juga. Ukuran yang paling banyak dan mudah ditemukan adalah yang ukuran 75 mm dan 100 mm.

Untuk penjualan bata inimenggunakan satuan meter kubik dengan harga yang bervariasi di daerah Anda. Biasanya, harga bata ringan untuk per 1 m² sekitar Rp. 600.000,- hingga Rp. 850.000,-.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *