Mengenal Sindrom Ehlers-Danlos

Sebuah berita mengejutkan dari penyanyi Sia Furler yang dikabarkan sedang mengalami gangguan kesehatan. Sia diketahui mengidap gangguan neurologis berupa sindrom Ehlers-Danlos atau disingkat dengan EDS. Bahkan pelantun lagu hit Cheap Thrills ini menderita sindrom Ehlers-Danlos dan telah memasuki kondisi kronis.

Lalu apa sih, sindrom Ehlers-Danlos ini?

Sindrom EDS atau Ehlers-Danlos adalah sebuah gangguan langka yang dapat mempengaruhi jaringan ikat yang berfungsi untuk mengikat dan juga menyokong jaringan yang lainnya contohnya seperti kulit, tendon, ligamen, organ dalam, tulang hingga pembuluh darah.

Sindrom Ehlers-Danlos ini merupakan salah satu kesalahan yang terjadi pada gen tertentu yang dapat membuat jaringan ikat menjadi melemah, gen ini sendiri bisa diwarisi oleh satu atau dapat juga kedua orang tua yang menjadi penyebnya.

Namun sindrom Ehlers-Danlos ini juga dapat terjadi pada seseorang tanpa diwarisi gen sebelumnya.

Dalam sebuah statistic dari komunikasi menunjukkan jika pevelensi penyakit sindrom Ehlers-Danlos ini dapat terjangkit pada 1 dari 5.000 orang.

Efek yang terjadi pada Ehlers-Danlos ini dapat berbeda – beda pada setiap orang, untuk beberapa orang kondisi Ehlers-Danlos bisa relatif lebih ringan namun ada gejala lain yang menunjukkan jika sindrom Ehlers-Danlos ini bisa mengakibatkan kelumpuhan hingga dapat menghilangkan nyama penderitanya.

Terdapat 13 tipe Ehlers-Danlos dengan gejala yang berbeda – beda, akan tetapi pada umumnya gangguan Ehlers-Danlos dapat menyebabkan jaringan yang ada di dalam tubuh bisa menimbulkan gelaja pada kulit dan sendi.

Gejala pada kulit dapat ditandai dengan kulit yanh berubah menjadi rapuh, mudah memar dan luka, penyembuhan luka yang lebih lama hingga muncul sebuah lesi berdaging dekat dengan bekas luka.

Sedangkan untuk sendi gejalanya yang terjadi dapat ditandai dengan adanya peningkatan regangan sendi, dislokasi, nyeri, bergerak di luar batas sendi, hingga dapat menyebabkan osteoartritis dini.

Sedangkan pada tingkat yang sudah lebih kronis gejala yang dapat ditimbulkan bisa menyerang organ yang lainnya contohnya seperti pembuluh darah, usus, uterus, tulang, hingga dapat menyerang gusi.

Meski sindrom Ehlers-Danlos yang bisa dialami oleh Sia ini terbilang tidak bisa disembuhkan namun gangguan neurologis ini dapat diobati dengan cara menghambat serta meringankan gejala. Pada umumnya penyakit ini bisa ditangani oleh ahli genetika dan ahli neurologi untuk memberikan diagnosis yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *