Tips Memahami Motivasi Agar Sukses Meraih Impian

Metode Memberikan Motivasi

Motivasi Efisien

Motivasi – dalam memberikan motivasi, kita perlu tahu cara-cara atau metode yang bisa digunakan untuk memotivasi seseorang. Menurut Malayu S. P Hasibuan (2006: 149), terdapat dua metode yang bisa digunakan dalam memotivasi seseorang, yaitu:

  1. Motivasi Langsung (Direct Motivation)
    Motivasi langsung adalah motivasi yang diberikan secara langsung kepada siapa saja, baik materiil ataupun non materiil untuk memenuhi kebutuhan serta kepuasannya. Karena sifatnya langsung, maka motivasi ini sifatnya khusus, seperti pujian, penghargaan, tunjangan hari raya, dan sebagainya.
  2. Motivasi Tak Langsung (Indirect Motivation)
    Motivasi tak langsung adalah motivasi yang diberikan dalam bentuk lain (selain ucapan), yang dimaksudkan untuk meningkatkan semangat dan gairah seseorang dalam bekerja. Seperti alat bantu, kursi yang nyaman, tempat kerja yang nyaman, alat kerja yang baik, dan lain sebagainya.

Pentingkah Sebuah Motivasi?

Pentingkah Motivasi

Pertanyaan seperti ini sering sekali ditanyakan. Jawabannya hampir selalu sama. ‘Perlu’. Lalu untuk apa? Toh itu sekedar kata kata biasa. Dari jawaban yang terkumpul, ada bermacam-macam jawaban. Ada yang panjang, ada yang simpel, ada yang intuitif, ada yang logis. Bagi saya, semua jawaban itu benar.

Akhir-akhir ini saya sangat membutuhkan motto hidup. Berfikir buntu, melangkah payah, bergerak susah. Karena itu saya mengajukan pertanyaan itu. Lalu, pagi ini saya berangkat berjalan kaki menuju Stasiun kereta yang jaraknya kira-kira 2 km. Langkahku gontai, semangatku gusar, tapi syukurlah tetap sampai juga.

Tetiba saya sudah ada di dalam kereta. Mulai mendekat ke Ootemachi. Sesampai di sana, keadaanku tetap masih tanpa motivasi. Kuputuskan melangkah pindah kereta. Akhirnya, saya mulai tersadar bahwa ‘melangkah’ tidak memerlukan ‘motivasi’. Justru ‘motivasi adalah hasil dari melangkah’.

Rumusan Jawaban

Rumusan Jawaban Motivasi

Logikaku mulai meraba jawaban apakah ini benar. Apakah semangat makan didapat ketika memulai makan? Apakah gelora menulis diperoleh ketika mulai menulis? Apakah semangat belajar diperoleh setelah belajar? Atau sebelum itu semua?

Jadi, motivasi tidak diperoleh ketika mengerjakan sesuatu hal. Tapi ‘sebelum mengerjakan’ sesuatu itu. Cuma, kalau sudah mulai makan, sudah mulai menulis, sudah mulai belajar, ‘motivasi bisa tumbuh’.

Sementara ini saya berpendapat bahwa ‘motivasi’ itu sifatnya konstan. Sebelum, ketika, dan sesudah melangkah. sama. Ternyata, hari ini saya menemukan jawaban bahwa motivasi itu laksana benih, yang bisa tumbuh di tanah gembur. Atau di tanah gersang yang menunggu hujan pertama datang.

Saya sadar, saya mulai membuka buku, membaca beberapa lembar halaman dan ternyata semangat itu mampu tumbuh. Kecil, hijau, menggembirakan. Terbukti untuk saya, bahwa semangat bisa tumbuh. Sesampainya dikamar, kesimpulan inilah yang pertama kali saya tulis. Biar yang sudah tumbuh mulai merimbun.

sebelum melanjutkan, silahkan baca dulu: Semangat Bekerja

Kelompok Teori Motivasi

Kelompok Teori Motivasi

Terdapat dua kelompok teori tentang motivasi yang diungkapkan oleh Malayu S. P. Hasibuan, yaitu:

Teori Kepuasan

Teori Kepuasan

Teori ini merupakan teori yang mendasarkan atas faktor – faktor kebutuhan dan kepuasan individu yang menyebabkan bertindak dan berperilaku dengan cara tertentu. Teori ini memusatkan perhatian pada faktor-faktor dalam diri orang yang menguatkan, mengarahkan, mendukung dan menghentikan perilakunya. Jika kebutuhan semakin terpenuhi, maka semangat pekerjaannya semakin baik. Teori-teori kepuasan ini antara lain:

Teori Herzberg

Menurut Hezberg, setiap orang menginginkan dua macam faktor kebutuhan, yaitu:
• Faktor kesehatan merupakan kebutuhan yang berlangsung terus-menerus.
karena kebutuhan ini akan kembali pada titik nol setelah dipenuhi. Faktor-faktor pemeliharaan meliputi balas jasa, kondisi kerja fisik, supervisi, macam-macam tunjangan.
• Faktor pemeliharaan yang menyangkut kebutuhan psikologis seseorang.
Kebutuhan ini meliputi serangkaian kondisi intrinsik, kepuasan pekerjaan yang apabila terdapat dalam pekerjaan akan menggerakkan tingkat motivasi yang kuat, yang dapat menghasilkan prestasi yang baik.

Teori Mc Clelland

Teori ini berpendapat bahwa setiap orang mempunyai cadangan energi potensial. Bagaimana sebuah energi dikeluarkan dan digunakan tergantung performa, dorongan, motivasi dan situasi serta peluang yang tersedia. Energi akan dimanfaatkan oleh seseorang kerena didorong oleh:
• Harapan keberhasilannya
• Kebutuhan motif dan kekuatan dasar yang terlibat
• Nilai insentif yang terlekat pada tujuan

Hal-hal yang yang memotivasi seseorang adalah:
• Kebutuhan akan kekuasaan
• Kebutuhan akan prestasi
• Kebutuhan akan afiliasi

Teori Maslow

Hirarki kebutuhan Maslow mengikuti teori jamak yaitu setiap orang pasti memiliki perilaku dan hendak bekerja karena adanya dorongan untuk memenuhi bermacam-macam kebutuhan. Maslow berpendapat, kebutuhan yang diinginkan manusia selalu menyulur berjenjang. Maslow mengemukakan lima tingkat kebutuhan berikut ini:

  1. Aktualisasi diri
    Aktualisasi diri adalah kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunakan kemampuan, keterampilan, dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa.
  2. Kebutuhan fisiologis
    Kebutuhan yang harus dipuaskan untuk dapat tetap hidup, termasuk makanan, perumahan, pakaian, udara untuk bernafas, dan sebagainya.
  3. Kebutuhan keselamatan dan keamanan
    Kebutuhan akan keselamatan dan keamanan adalah kebutuhan akan kebebasan dari ancaman yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dan keselamatan dalam melaksanakan pekerjaan.
  4. Kebutuhan akan penghargaan
    Kebutuhan akan penghargaan adalah kebutuhan akan pengakuan dan penghargaan diri dari karyawan dan masyarakat lingkungannya.
  5. Kebutuhan sosial
    Kebutuhan sosial adalah kebutuhan teman, interaksi, dicintai, dan mencintai, serta diterima dalam pergaulan kelompok pekerja dan masyarakat lingkungannya.

Teori X dan Teori Y Mc. Gregor

Menurut teori X untuk memotivasi seseorang, pemotivasi harus melakukan pengawasan yang ketat, agar pihak yang diberi motivasi mau bergerak dengan sungguh-sungguh. Jenis motivasi yang diterapkan cenderung motivasi negatif yakni dengan menerapkan penjadwalan yang tegas. Sedangkan menurut teori Y, untuk mensupport seseorang, seorang motivator harus melakukan upaya peningkatan dengan jalan ikut berpartisipasi, kerjasama, dan keterikatan pada keputusan.

Teori Motivasi Klasik

F.W.Taylor mengemukakan teori motivasi klasik atau teori motivasi kebutuhan tunggal. Teori ini berpendapat bahwa manusia mau bekerja giat untuk dapat memenuhi kebutuhan fisik, berbentuk uang atau barang dari hasil pekerjaannya. Konsep dasar teori ini adalah orang akan bekerja giat bilamana ia mendapat imbalan materi yang mempunyai kaitan dengan tugas-tugasnya.

Teori Motivasi Claude S. George

Teori ini menginformasikan bahwa setiap orang memiliki kebutuhan yang berhubungan dengan tempat dan suasana di lingkungan ia bekerja, yaitu:
• Pengakuan sebagai individu
• Penerimaan oleh kelompok
• Tempat kerja yang baik
• Perlakuan yang manusiawi
• Upah yang adil dan layak
• Kesempatan untuk maju
• Keamanan kerja
• Pengakuan atas prestasi

Teori Proses

Teori Proses

Teori proses adalah metode memberikan motivasi dengan sistem berusaha menjawab bagaimana mengarahkan, memperkokoh, memelihara dan menghentikan perilaku yang sifatnya individual. Teori ini meliputi:

  1. Teori Keadilan
    Keadilan merupakan power penggerak yang mendongkrak semangat kerja seseorang. Penilaian dan pengakuan mengenai perilaku bawahan harus dilakukan seobjektif mungkin.
  2. Teori Harapan (ekspektasi)
    Teori harapan ini merupakan statemen Victor Vroom yang mendasarkan teorinya pada tiga konsep pokok, yaitu:
    • Harapan (ekspektasi) adalah suatu peluang yang dicita-citakan terwujud setelah adanya beberapa action perilaku.
    • Pertautan (instrumentalitas) adalah persepsi dari individu bahwa hasil dari tingkat pertama akan dihubungkan dengan hasil tingkat kedua.
    • Nilai adalah akibat dari perilaku tertentu yang mempunyai nilai atau martabat tertentu (daya atau nilai memotivasi) bagi setiap individu tertentu.
  3. Teori Pengukuhan
    Teori ini dipondasikan atas hukum kausalitas, hubungan sebab akibat dari perilaku dengan adanya pemberian kompensasi. Misalnya, promosi suatu produk digantungkan dari prestasi yang selalu dapat dicapai.

Di tulis oleh admin website: Sepatumerah.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *