√ 10+ Puisi Roman Picisan Terbaik

Pada puisi kali ini kita akan  banyak membagikan kisah roman picisan tersebut ada berbagai judul serta tema yang tersedia berikut diantaranya.

**Puisi Roman Picisan  Maaf**

Maaf ya aku tidak bisa lagi menghubungi

Hubungan kita sebaiknya berakhir disini

Hatiku sudah tak bisa kau buat mainan lagi

Sebab tidak peduli bagaimanapun aku mencintaimu aku tidak ingin terluka lagi

Mungkin kamu lupa, jika kamu pernah menyakiti

Tapi memoriku tak pernah mau amnesia walau kupaksa sekali lagi

Ia terus meronta meminta berhenti

Walaupun hatiku ingin tetap di sini

Tapi akalku meminta aku untuk segera pergi

Jangan tahan aku atau memintaku untuk tetap berdiri di sampingmu lagi

Aku sudah tidak bisa, hatiku sudah cukup banyak tersakiti

Entah dengan segala tingkah lakumu yang membuat perih hati ini

Maka selamat jalan kekasihku, sekali lagi aku minta maaf untuk pergi seorang diri

**Puisi Roman Picisan Putus**

Selamat malam,

Tanggal berapa hari ini?

Apakah aku telah melewatkan sesuatu?

Apakah aku telah melakukan kesalahan?

Apakah aku yakin dengan semua putusanku?

Apakah kamu keberatan dengan semua putusanku?

Apakah malah, sebenarnya kamu ingin pergi terlebih dahulu?

Aku sayang padamu.

Aku mencintai kamu.

Namun,

Aku sudah tak mampu dengan segala tindakanmu padaku.

Taukah kau?

Betapa sakitnya semua itu

Betapa perihnya luka ini

Aku tak pernah tau

Semua maksud perkataanmu.

Aku hanya percaya padamu

Sampai sampai aku lupa

Bahwa yang terlihat indah, malah menyakitkan

Aku ingin bersamamu.

Tapi kamu?

Kamu sama sekali tidak menginginkan keberadaanku

Kamu sama sekali tidak menyayangiku

Kamu tidak pernah menyayangiku

Bahkan mencintaiku

Kamu hanyalah nafsu

Kamu hanyalah sebuah dusta

Kamu pembohong

Kamu tau?

Aku kesakitan

Apakah kamu tahu itu?

Aku menangis

Apakah kamu tahu?

Aku berjuang disini

Apakah kamu tahu?

Aku bersamamu

Apakah kamu tahu?

Aku menyayangimu

Sadarkah kamu?

Namun,

Kamu tak pernah sedikitpun merasakah semua itu

Baiklah

Aku tak apa, bila tak kau hargai

Toh,

Tuhan selalu menginginkan yang terbaik untuk hamba-Nya

Aku tau kamu tak pernah merasakan semua itu

Aku tau kamu tak pernah ingin tau sedikitpun tentangku.

Aku tau kamu tidak pernah mengharapkanku.

Tapi maaf

Aku masih percaya karma

Aku masih percaya keadilan

Aku masih percaya pembalasan

Sekarang tak apa aku tersakiti

Tak apa aku menangis

Tak apa aku terluka

Tapi itu hanya untuk sekali saja,

Ingat baik baik

Kamu pasti akan sadar dengan semua itu

Tunggu hingga keadilan bertindak.

**Puisi Roman Picisan Tentang Sahabat**

Aku tak pernah percaya apakah sahabat itu ada

Yang kutahu orang ada disampingmu karena ada maunya saja

Tak peduli siapapun itu juga

Mereka akan eprgi ketika sudah terpenuhi keinginannya

Serendah itu memang manusia

Hingga suatu waktu tiba

Ada seorang manusia yang berdiri dan duduk di sampingku cukup lama

Ia mendengar setiap cerita yang aku bagikan tanpa jeda

Sabar ketika aku mengomel padanya

Juga tak ingin pergi ketika aku berkata aku ingin sendiri saja

Kenapa dia, aku tak menyediakan upah apapun padanya

Aku telah mengusirnya

Kenapa dia tetap berdiri di sana

Mendukungku tanpa kenal lelah ataupun jeda

Apa iya itu yang dinamakan sahabat setia

Tidak, mungkin itu hanya kebetulan dia tidak ada kerjaan saja

Sehingga ia mau menemaniku kemana saja aku minta

Aku masih tetap tidak percaya sahabat itu ada

Sungguh masih tidak percaya

Dan aku sudah meneceritakan padanya

Dia hanya tersenyum takzim tanpa mencela

Tidak papa, aku di sampingmu bukan karena aku ada maunya

Kau hanya terlampau kecewa pada sahabatmu yang dulu saja

Kau trauma ya, tanyanya

Aku mengangguk, benar juga

Iya, aku hanya terlalu takut pada kekecewaan yang sama

Ketika orang yang kusebut sahabat ternyata menusukku dari arah yang berbeda

Aku terluka dan sangat kecewa

Aku menangis mengingatnya, lantas dia memelukku erat dan berkata

“Aku akan di sini, untuk kamu selamanya”

Sumber: https://akadnikahku.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *