Mitos dan Fakta Air Kelapa Muda untuk Bumil

Minum air kelapa (hijau) muda saat hamil akan membuat kulit bayi putih bersih, rambut subur, serta bermata bening. Baik warna kulit maupun rambut bayi tidak ditentukan oleh minuman ataupun makanan yang dikonsumsi Mama hamil, melainkan oleh faktor genetik yang Mama Papa wariskan kepadanya. Jikapun Mama hamil dianjurkan minum air kelapa muda, lebih untuk kesehatan.

Ya, air kelapa muda mengandung berbagai zat yang bermanfaat bagi kesehatan. Air kelapa muda mengandung isotonik alamiah yang sangat penting untuk mengembalikan stamina dan cairan tubuh yang hilang (rehidrasi). Hal ini tentu sangat berguna bagi Mama hamil demi mencegah dehidrasi, mengingat dehidrasi saat hamil dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti: sakit kepala, kram, edema (bengkak air), bahkan kontraksi.

Minum air kelapa juga dianjurkan bagi mereka yang mengalami diare atau muntah, sesuai dengan fungsinya untuk menggantikan elektrolit yang hilang, seperti potasium sehingga juga dapat mengurangi perut kembung. Selain itu, air kelapa berfungsi sebagai diuretik alami, melancarkan buang air kecil dan membantu membersihkan saluran kemih sehingga dapat mencegah infeksi saluran kemih, terlebih pada Mama hamil.

Sementara kandungan asam lauratnya berkhasiat antibakteri, antijamur, dan antiviral, sehingga mampu melindungi kita dari penyakit. Air kelapa muda juga terbukti meningkatkan fungsi pencernaan, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Bahkan, air kelapa dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL/High-density lipoproteins) dalam tubuh.

Mitos dan Fakta Penyakit Step pada anak

Kopi dapat mencegah step pada anak. Step/kejang demam terjadi akibat aliran listrik di otak terganggu oleh demam. Kejadian step lebih sering pada anak usia 18 bulan sampai 3 tahun, itu pun bila memang ada riwayat step dalam keluarga. Bila salah satu orangtua pernah mengalami step, kemungkinan anaknya juga mengalami step sebesar 10—20%. Risiko ini meningkat jadi 30% apabila kedua orangtua dan saudara kandung si anak pernah mengalami step.

Sampai saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa kopi dapat mencegah step pada anak. Konsumsi kopi pada anak-anak, berapa pun jumlahnya, justru dapat merugikan. Setiap tahun, American Association of Poison Control Centers mencatat, sekitar 4.000 kasus paparan kafein pada anak dan 1.200 di antaranya adalah anak-anak berusia 6 tahun ke bawah. Anak yang sering mengkonsumsi kafein pada umumnya mudah sakit kepala, mual, punya masalah tidur, dan cepat marah.

Jadi, untuk mencegah step, bukan dengan memberikan kopi pada si kecil ya. Yang perlu Mama Papa lakukan adalah memberikan obat penurun panas jika suhu anak di atas 38,3 derajat Celsius agar ia nyaman. Saat demam, asupan minuman/cairan harus cukup untuk mencegah dehidrasi. Suhu demam dapat diturun kan dengan kompres handuk basah hangat di seluruh tubuh atau berendam dalam air hangat. Kejang demam sendiri umumnya tidak berbahaya.

Terkait minuman berkafein (selain kopi, juga teh, minuman soda berkarbonat, dan cokelat), untuk anak di bawah 12 tahun, Health Canada merekomendasikan asupan per hari tidak lebih dari 2,5 mg per kg berat badan anak. Dengan kata lain, berdasarkan rata-rata berat badan anak, asupan kafein per hari tidak lebih dari: 45 mg (usia 4—6 tahun); 62,5 mg (usia 7—9 tahun); dan 85 mg (usia 10—12 tahun).

Agar anak mendapatkan nilai toefl yang tinggi berikan ia latihan di kursus toelf di Jakarta terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *