Mitos dan Fakta Seputar Protein untuk Anak

Makan telur dalam kondisi setengah matang bahkan mentah bisa untuk menambah tenaga dan hal ini sangat baik. Telur merupakan sumber vitamin, mineral, protein, dan lemak yang baik unutk tubuh. Nilai gizi telur sangat lengkap. Kadar proteinnya sekitar 14% sehingga dari tiap butir telur akan diperoleh sekitar 8 g protein.

Kandungan asam amino proteinnya pun sangat lengkap, tetapi telur tidak mengandung karbohidrat sama sekali. Telur juga kaya fosfor dan besi, tetapi kandungan kalsiumnya rendah. Selain itu, telur juga mengandung vitamin B kompleks serta vitamin A dan D (dalam kuning telur), namun telur sama sekali tidak mengandung vitamin C.

Satu butir telur berukuran sedang memberikan energi sekitar 80 Kalori. Nilai gizi telur ayam kampung sama dengan telur ayam ras, meskipun banyak orang yang lebih menyukai telur ayam kampung. Namun, makan telur mentah atau setengah matang tidak menambah tenaga. Itu hanya mitos. Justru, telur mentah atau setengah matang belum siap untuk dicerna karena ikatan proteinnya masih begitu kuat sehingga sulit dipecah menjadi asam amino, sementara pembentukan otot mesti didukung oleh ketersediaan asam amino.

Dengan demikian, tidak tepat jika dinyatakan mengonsumsi telur mentah untuk tambah tenaga. Baik pada telur mentah maupun setengah matang bisa jadi terdapat bakteri yang menyebabkan munculnya penyakit, seperti Salmonela. Jadi, hindari konsumsi telur mentah ataupun setengah matang, terlebih pada Mama hamil dan bayi-balita yang rentan terserang bakteri.

Fakta lain yang perlu Mama Papa ketahui, kuning telur selain mengandung protein juga mengandung kolesterol, sekitar 250 mg per butir. Mengonsumsi telur dalam jumlah berlebihan akan meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh sehingga memicu munculnya penyakit jantung dan pembuluh darah.

Daging merah tidak baik untuk kesehatan. Daging merah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung karena kandungan lemak jenuhnya. Inilah yang menjadi penyebab daging merah tidak baik untuk kesehatan. Kendati lemak yang dikandung daging merah tergolong lemak jenuh yang dinilai tidak lebih sehat dibanding lemak tidak jenuh (unsaturated fatty acid), tubuh tetap membutuhkannya, namun dalam takaran yang terbatas.

Kelebihan lemak jenuh dalam menu, selain jelek akibatnya bagi kesehatan, juga membuat tubuh cepat kelebihan berat badan. Protein yang berasal dari daging lebih mudah dicerna 94% oleh tubuh. Dibandingkan dengan protein yang berasal dari gandum yang hanya dapat dicerna sebanyak 86%. Sedangkan protein yang berasal dari kacang-kacangan hanya diserap sebanyak 78%. Daging juga mengandung zat seng yang diperlukan tubuh anak untuk membentuk dan mamperkuat sistem imun, proses pertumbuhan, dan mempercepat penyembuhan luka.

Daging sapi mengandung zat seng sebanyak 4,0 mg/100 g, sedangkan daging anak sapi sebanyak 4,2 mg/100 g. Daging merah juga mengandung vitamin B yang sangat penting bagi Mama hamil untuk perkembangan janin. Belum lagi kandungan asam lemak omega 3 nya yang baik untuk kecerdasan.

Untuk anak yang ingin lancar berbahasa Jerman berikut rekomendasi tempat les bahasa Jerman di Jakarta yang wajib dicoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *