Mitos dan Fakta Seputar Ikan dan Air

Mengonsumsi ikan saat menyusui membuat ASI menjadi amis. Jika Mama sampai “termakan” oleh pernyataan ini, maka si buah hati akan kehilangan zat gizi yang sangat penting bagi perkembangan otaknya. Ya, pernyataan itu Cuma mitos, Ma! Justru ikan merupakan salah satu makanan terbaik bagi Mama menyusui. Kandungan asam lemak omega 3, terutama pada ikan laut, penting untuk perkembangan otak bayi, penguat-an dinding sel, mencegah jantung koroner dan mengotrol kolesterol dalam darah.

Pilihlah ikan dalam kondisi segar. Hindari kerang karena tinggi kandungan merkuri, dan hindari ikan yang berasal dari tempat yang jauh karena dikhawatirkan menggunakan formalin. Hindari ikan mentah dan setengah matang. Bila terpaksa harus mengonsumsi kerang, pilihlah yang sudah betulbetul masak dan cangkangnya terbuka. Hindari pula jenis ikan tuna, hiu, makarel karena tinggi juga dengan kandungan logam beratnya.

Mitos dan Fakta Seputar Minum air

 Minumlah air putih minimal 8 gelas per hari. Air merupakan zat gizi esensial yang berperan sangat penting dalam tubuh. Sebagai bagian dari sistem transportasi tubuh, air mengangkut zatzat gizi ke sel-sel tubuh dan membawa sisa makanan ke luar tubuh. Makin muda seseorang, makin banyak kandungan air dalam tubuhnya.

Tubuh janin mengandung air kira-kira 98%, tubuh bayi sekitar 80%, anak sekolah kurang lebih 75%, dan orang dewasa sebanyak 50—65%. Oleh karena itu, kecukupan asupan air tidaklah sama pada setiap orang. Selain bergantung pada usia, juga tingkat aktivitas, jenis kelamin, suhu dan kelembapan lingkungan, serta kondisi tubuh. Memang, secara umum dianjurkan konsumsi air per hari sebanyak 2 liter atau 8 gelas. Namun, saat hamil dibutuhkan air sekitar 3 liter atau 12 gelas per hari untuk meningkatkan volume darah Mama dan janin.

Begitu pun dengan Mama menyusui, mengingat air merupakan komponen utama ASI. Anak-anak umumnya membutuhkan 45 ml air per kg berat badan setiap harinya. Asupan air dapat diperoleh dari minuman dan makanan berair. Asupan air perlu diperhatikan dengan saksama. Kekurangan asupan air ringan saja dapat menyebabkan perubahan mood dan konsentrasi, terutama pada anak. Jika berlangsung lama akan berakibat pada penurunan kualitas intelektual.

Agar anak mahir dalam berbahasa Jerman, berikan dia les di kursus bahasa Jerman di Tangerang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *