Hilangkan Kesan Angker dan Membosankan Bagian 1

Indonesia Kaya Musium

ausbildungaupair.com – Apa yang selama ini terbersit di benak anak-anak mendengar kata museum? Ada yang bilang bahwa museum itu tempat yang sepi, menyeramkan, enggak asyik atau membosankan. Anggapan itulah yang lantas mendorong Ajeng Ayu Arainikasih (30) menggagas Museum Ceria. Museum Ceria adalah kegiatan fun di museum. Tujuannya agar tak ada lagi kesan angker atau menakutkan, justru ke museum itu menyenangkan dan edukatif.

Pada 2007, Ajeng kuliah S2 di The University of Adelaide Australia, mengambil jurusan Art History Curatorial and Museum Studies. Sambil kuliah, Ajeng bekerja sebagai volunteer di museum. Dia perhatikan, di Australia museum banyak dikunjungi anak-anak karena kunjungan ke museum dikemas ke dalam aktivitas yang menyenangkan. “Anak-anak tidak pasif, tapi interaktif. Mereka membentuk grup kecil dan mengikuti acara yang menarik. Tidak sekadar keliling museum sambil mendengarkan seseorang menjelaskan tentang isi museum dan sebagainya”, jelas Ajeng. Usai menuntut ilmu pada 2009, Ajeng kembali ke kampus menjadi staf pengajar di Departemen Arkeologi UI. Tak sabar ia ingin segera mengadaptasi program museum negara lain.

Kebetulan, ada temannya yang baru pulang kuliah mengambil bidang Museum Studies di Inggris. “Klop lah. Kami pun membentuk Museum Ceria pada 2010. Sejak awal kami memosisikan diri bukan komunitas akan tetapi sebagai EO (event organizer) atau konsultan dan menamakan diri sebagai independent museum educator.” Ajeng menamakan usahanya ini sebagai Museum Ceria karena lebih khas Indonesia. “Sebelumnya sempat terlintas kata museum art atau museum land. Tetapi nama museum ceria lebih gampang diingat ketimbang nama dari bahasa asing. Tujuannya sederhana tapi sangat dalam, yaitu agar anak-anak sebagai penerus bangsa ini senang dan peduli dengan warisan budaya dan warisan sejarah Indonesia.”

Anak Senang Diajak

Rencana ke depan, Ajeng berharap kegiatan Museum Ceria dapat terselenggara di kota-kota lain yang terdapat museumnya. Karena kegiatannya mengajak sebanyak mungkin anak-anak dan keluarga ke museum, tanpa sadar si kecil Freya Kusno (2,5) sudah diajak Ajeng ke museum sejak usia 15 bulan. Saat itu Ajeng membuat acara untuk toddler class. Freya tampak senang bereksplorasi ke sana- kemari, heboh sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *