Kesehatan

Bukan Hanya Ciri-Ciri Kontraksi, Inilah Tanda Ibu Siap Melahirkan

Ciri-ciri kontraksi seringkali dijadikan tanda jika ibu siap untuk melahirkan. Tidak ada yang salah dengan anggapan ini, tapi sebenarnya ada tanda lain yang bisa kita jadikan indikator jika sang ibu siap menghadapi proses melahirkan. Tanda itulah yang harus dipahami dengan baik, terutama bagi ibu dengan kehamilan pertama.

Bagi seorang ibu, penting untuk memahami tanda apa saja yang menunjukkan bahwa kita akan melahirkan. Bukan hanya ibu, sang suami juga harus mengetahuinya agar bisa melakukan pendampingan pada masa ini. Inilah tanda ibu siap melahirkan.

  • Kontraksi Asli

Salah satu hal yang seringkali membuat para ibu bingung adalah dengan adanya kontraksi. Seperti yang kita kenal jika kontraksi terbagi menjadi dua, yaitu kontraksi palsu dan kontraksi asli. Bagi ibu yang hamil pertama kali mungkin akan langsung memeriksakan ke bidan atau dokter jika kontraksi palsu datang.

Ciri-ciri kontraksi yang harus kita waspadai adalah kontraksi asli dimana rasa sakit yang diberikan jauh lebih sakit dibanding kontraksi palsu. Frekuensi dan rentang waktu kontraksi asli juga lebih teratur. Apabila Anda mengalami kontraksi asli, barulah Anda harus mempersiapkan diri menghadapi persalinan.

  • Ciri-ciri kontraksi menjelang kelahiran terasa kuat, persisten dan repetitif

Penting bagi ibu untuk mencatat ketika kontraksi datang. Dengan demikian, Anda bisa melihat bagaimana jarak waktu datangnya kontraksi dan intensitasnya. Meskipun kontraksi terjadi, Anda juga perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk melihat leher rahim apakah sudah melebar.

Biasanya, proses persalinan akan lebih cepat jika itu kehamilan kedua. Jika kehmailan Anda merupakan kehamilan pertama, maka Anda bisa memeriksakan diri ke dokter atau bidang ketika merasakan kontraksi berjarak 10-15 menit.

  • Pecah ketuban

Rasa sembeli seringkali datang dan disertai dengan tetesan cairan ketuban. Inilah

tanda bahwa selaput ketuban sudah pecah dan persalinan siap dimulai. Sang ibu biasanya akan merasakan dorongan kepala bayi yang ingin segera keluar. Dorongan ini dapat mengakibatkan kebocoran urin.

Para ibu mungkin akan kesulitan dalam membedakan apakah itu kandung kemih yang tertekan hingga mengeluarkan urin dengan cairan ketuban. Biasanya, kandung kemih pecah tidak bisa ditahan, berbeda dengan urin dimana kebocoran cairan biasanya tidak berlanjut.

  • Proses persalinan terjadi sekitar 24-48 jam

Saat menjelang persalinan, Anda masih bisa berjalan. Biasanya, sang ibu akan mengalami diare satu atau dua hari menjelang persalinan. Apabila kontraksi asli sudah sering terasa, maka ibu disarankan untuk mengosongkan isi perut. Gangguan pencernaan, seperti muntah sebelum persalinan mungkin saja terjadi.

Mendekati proses persalinan, bayi akan makin turun menuju liang persalinan. Dorongan kuat akan terjadi ketika ibu hendak melahirkan. Anda harus tetap tenang dan mengatur napas dengan baik agar persalinan bisa lancar.

Informasi di atas bisa menjadi pengetahuan bagi para ibu hamil agar lebih mengetahui kondisi seperti apa yang akan terjadi menjelang persalinan. Ciri-ciri kontraksi ini bisa Anda ketahui melalui artikel yang bermanfaat dari orami.co.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *