Uncategorized

Cara Memperbanyak ASI

Berikut adalah cara memperbanyak ASI yang bisa membantu Moms menyusui bayi:

Pastikan bayi menyusui secara efisien. Bayi yang mengantuk, penggunaan pelindung puting susu atau berbagai masalah kesehatan atau anatomis pada bayi juga dapat mengganggu kemampuan bayi untuk menyusu.

Sering menyusui, terutama selama bayi masih menyusui secara aktif.

Tawarkan kedua sisi payudara pada setiap menyusui. Biarkan bayi menyelesaikan sisi pertama, lalu tawarkan sisi kedua.

Hindari dot dan botol bila memungkinkan, utamakan agar kebutuhan ASI tetap terpenuhi.

Hanya ASI eksklusif. Sebaiknya hindari semua bahan padat, air, dan susu formula jika bayi berusia kurang dari enam bulan, dan pertimbangkan untuk mengurangi makanan padatan jika bayi lebih besar.

Merawat diri. Beristirahat. Tidur saat bayi tidur. Rileks. Minum banyak air dan makanan yang cukup seimbang.

Pertimbangkan untuk memompa ASI. Memompa sangat penting saat bayi tidak menyusui secara efisien atau cukup sering, dan membantu mengatasi penyebab ASI seret.

Pertimbangkan saran dokter, bila memungkinkan konsumsi ramuan, obat resep, dll yang meningkatkan suplai susu.

Bagaimana dengan pengalaman Mama mengatasi ASI seret?

Hal-hal berikut ini dapat menyebabkan atau berdampak pada ASI seret:

Pelengkap formula. Setiap botol (susu formula, jus, atau air) yang didapat bayi selain ASI seolah-olah mengirim sinyal pada tubuh Mama untuk menghasilkan susu yang jauh lebih sedikit sehingga menyebabkan ASI seret.

Pilihan botol. Botol ASI memiliki jenis pengisap yang berbeda daripada menyusui, sehingga kadang lebih mudah bagi bayi menyusu dari botol.

Pelindung puting. Ini bisa menjadi alat yang berguna dalam beberapa kasus, namun juga dapat mengurangi stimulasi pada puting susu atau mengganggu transfer ASI, yang dapat menyebabkan ASI seret.

Sering atau jarang memberi ASI dapat mengganggu siklus produksi susu dan dapat menyebabkan ASI seret. Payudara terus memproduksi ASI apabila payudara Mama nyaris kosong, dan sebaliknya produksi ASI menurun apabila payudara sudah “penuh”.

Bayi mengantuk. Selama beberapa minggu pertama, beberapa bayi sangat mengantuk dan jarang menyusui dan itu pun berlangsung dalam waktu singkat.

Menghentikan waktu menyusui. Menghentikan waktu menyusui sebelum bayi berhenti sendiri dapat mengganggu siklus produksi ASI.

Hanya menyusui pada satu payudara. Jika Mama mencoba meningkatkan persediaan ASI, biarkan bayi menyelesaikan satu payudara, lalu tawarkan yang lain.

Masalah kesehatan atau anatomi bayi termasuk, sakit kuning (jaundice), lidah terikat (tongue-tied), bibir sumbing, langit-langit sumbing, dll. Hal ini mencegah bayi mengisap susu secara memadai dari payudara, sehingga menyebabkan ASI seret.

Kesehatan dan masalah pada ibu, misalnya seperti anemia tidak terkontrol atau hipotiroidisme, riwayat operasi payudara atau pembengkakan payudara sebelumnya, masalah hormonal (misalnya, PCOS), masalah anatomis, konsumsi obat (misalnya, pengobatan khusus, suplemen herbal, atau KB hormonal seperti pil, plester atau suntik), atau merokok juga memiliki potensi menjadi penyebab ASI seret.

Jaringan kelenjar yang tidak memadai. Beberapa payudara wanita tidak berkembang secara normal karena berbagai alasan dan tidak menghasilkan cukup “produksi ASI” untuk memenuhi kebutuhan bayi mereka.

Artikel Terkait:
Torbangun & Breastfeeding Supplements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *