Uncategorized

Pemanfaatan Energi Alternatif Gas Alam

gas alam

Salah satu program yang dirancanakan oleh pemerintah ialah pemakaian sumber energi alternatif. Tujuannya supaya masyarakat tidak terlampau bergantung pada energi tertentu sampai menolak energi beda yang lebih potensial.

Pemanfaatan energi LPG (Liquefied Petroleum Gas) ketika ini tengah menjadi idaman masyarakat Indonesia. Sektor lokasi tinggal tangga seakan memandang LPG ialah satu-satunya bahan bakar. Padahal ketersediaan LPG di alam Indonesia makin menipis.

Saat ini saat masyarakat begitu bergantung pada LPG, ketersediaannya kian dikeluhkan tidak sedikit pihak. Pasokan LPG ke agen-agen jadi berkurang dan di warung-warung terjadi kekosongan. Sebagai akibat kelangkaan, harganya juga menjadi mahal.

Melihat situasi laksana ini masyarakat harusnya mulai mempertimbangkan energi lain. Bila LPG bukan lagi dapat mencukupi keperluan energi maka Gas Bumi dapat menjadi solusi.

Berdasarkan data statistik energi dunia yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017 Indonesia menduduki ranking ke empat negara penghasil Gas Bumi terbesar di Asia Pasific. Ini menunjukan masyarakat tidak perlu cemas sebab ketersediaan sumber energi Gas Bumi dijamin akan bertahan lama.

Energi Gas Bumi yang dikelola oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) ini sudah berdedikasi menyuplai energi untuk masyarakat. Dari website resminya, PGN ketika ini sudah melayani 170.094 pelanggan lokasi tinggal tangga, 1.928 pelanggan komersial, 10 jaringan SPBG penyedia BBG dan 7.270 km jaringan pipa gas yang menyentuh distrik Medan, Pekanbaru, Batam, Palembang, Lampung, JABODETABEK, Karawang, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, Purbalingga, Mojokerto, Pasuruan, Gresik sampai ke Tarakan dan Sorong.

Daerah-daerah yang belum tersentuh pipa gas bumi PGN direncanakan lewat penambahan cakupan penyaluran gas bumi periode 2016-2019.

Gas Bumi Lebih Ramah di Kantong

Di samping sumbernya yang melimpah, harganya juga terbilang ramah di kantong. Contoh sederhananya yakni produk jaringan pipa gas. Harga guna tipe lokasi tinggal tangga I ialah Rp 3.333 per meter kubik. Sementara lokasi tinggal tangga II ialah Rp 4000 per meter kubik.

Mari dihitung dengan harga yang mesti dibayarkan pemakai LPG. Bila LPG 12 kilo setara dengan pemakaian 15 meter kubik gas bumi, maka pemakai LPG 3 kilo setara dengan 3.75 meter kubik gas bumi. Pelanggan lumayan mengeluarkan Rp 12.500. Angka yang lebih kecil daripada menunaikan LPG 3 kilo sebesar Rp 20.000,-.

Untuk bright gas sebesar 5.5 kilo, pemakai jaringan pipa gas bumi melulu membayar Rp 22.600.- lebih murah dibanding LPG sebesar Rp 50.000,-.

Angka sangat signifikan yakni pada komparasi LPG 12 kilo. Bagi pelanggan jaringan pipa gas melulu dikenakan Rp 50.000,- jauh lebih kecil dikomparasikan harga LPG selama Rp 150.000.

Sales Area Head PGN Semarang, Heri Frastiono menuliskan belum adanya pasokan gas dari distrik Jawa Tengah sampai-sampai gas diambilkan dari Jawa Timur dan Jawa Barat memakai CNG (Compress Natural Gas) truck dan dibawa ke Jawa Tengah. Di distrik Semarang jaringan pipa diciptakan dengan sistem cluster. Yaitu dengan membina jaringan pipa gas di distrik tersebut laksana yang terdapat di Kawasan Industri Wijaya Kusuma dan Tambak Aji. Untuk distrik perumahan, Perumahan Wahyu Utomo Ngaliyan Semarang ialah salah satu misal perumahan yang telah memasang jaringan pipa gas bumi dari PGN.

Prioritaskan Keamanan dan Efisiensi

Pipa yang dipakai untuk menyalurkan gas bumi sangatlah aman karena diinstal oleh semua ahlinya. Jenisnya yakni pipa polietilena dengan ketahanan sampai 7 bar. Padahal guna operasional keseharian maksimal melulu 4 bar saja. Sehingga pemakai jaringan pipa gas bumi di perumahan dapat tidur nyenyak sebab rasa aman dan nyaman dipastikan oleh PGN. “Di depan lokasi tinggal pelanggan terdapat meteran, di situ dapat diukur gas yang mengalir ke lokasi tinggal ini berapa. Kalau LPG kan tidak gitu. anda tidak tahu apakah full atau tidak,” ungkap Heri, Rabu (15/11).

Pelanggan juga tidak perlu fobia kehabisan bahan bakar saat memasak. Sebab sekitar pelanggan taat menunaikan tagihan maka aliran gas juga lancar. Sehingga lebih efisien.

Gas yang mengalir di jaringan sudah diformulasikan dengan cairan odoran. Apabila gas bocor akan memunculkan bau yang paling menyengat dan bisa segera dilaksanakan tindakan.

Salah satu pelanggan, Rusmiyati (47) mengatakan, memakai gas bumi dari PGN lebih murah dikomparasikan dengan menggunakan LPG. Pasalnya, masing-masing bulan dia melulu mengeluarkan Rp 25.000 andai menggunakan gas bumi, lebih irit Rp 15.000 dikomparasikan 2 tabung LPG 3 kilo yang harganya selama Rp 40.000 untuk keperluan memasak di rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *