Rumah

Infrastruktur Dongkrak Properti Jabodetabek

Proyek tersebut mencakup hunian, komersial, hotel hingga perkantoran. Nilai proyek tersebut nyaris menyamai investasi pembangunan infrastruktur yang digulirkan pemerintah dan swasta. Saat ini, kawasan Jakarta dan sekitarnya diguyur proyek infrastruktur senilai tak kurang dari Rp 377,07 triliun. Proyek yang mencakup jalan tol, kereta ringan (light rail transit/ LRT), kereta (mass rapid transit/ MRT), dan pembangunan terminal baru bandar udara itu ditargetkan beroperasi mulai 2019 dan 2024.

Aksesibilitas yang kian mudah ikut mengatrol permintaan hunian di pinggir dan satelit kota Jakarta. Selain karena kemudahan transportasi umum massal, faktor yang mendorong konsumen memilih di pinggir kota juga karena harga hunian di tengah kota Jakarta sudah kian melambung. Demikian rangkuman pendapat Sekretaris Jenderal (Sekjen) REI DKI Jakar ta Ar vin F Iskandar, Managing Director PT Megapolitan Development Tbk Ronald Wihardja, Chief Executive Officer (CEO) Triniti Land Ishak Chandra, Direktur Utama PT Waskita Realty Tukijo, Senior Research Analyst BCI Asia Gusti Rahayu Anwar, dan pengamat properti Panangian Simanungkalit.

Mereka dihubungi secara terpisah oleh Investor Daily dari Jakarta, Senin (12/11) dan baru-baru ini. Arvin Iskandar menyatakan, apabila seluruh infrastruktur transportasi rampung dan beroperasi, hal itu dapat meningkatkan prospek industri properti. “Salah satu dampak infrastruktur adalah mendorong penjualan dan harga jual properti,” ujar Arvin. Dia yang juga komisaris PT Gapura Inti Sejahtera (GIS), yakni pengembang Bailey’s City, Tangerang Selatan, menegaskan bahwa kehadiran infrastruktur transportasi dapat mendongkrak harga jual properti. Sejak diperkenalkan ke pasar pada 2016, harga apartemen di Bailey’s City telah melambung hingga 40%.

baca juga : Daftar Harga Genset Perkins dan Kegunaan Genset Perkins

“Harga apartemen kami sudah naik lebih dari 40%. Saat ini, kami menjual di harga berkisar Rp 16- 17 juta per meter persegi,” tutur dia. Menurut Tukijo, proyek-proyek proper ti di dekat infrastruktur transportasi, baik itu di Jabodetabek maupun daerah lainnya, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Kondisi itu menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli unit properti. “ Harga jual produk kami mengalami peningkatan secara tidak langsung karena adanya efek pembangunan infrastruktur yang masif di Jabodetabek,” ujar dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *