Bisnis

Pemakaian Sempadan Sungai Soka untuk Pembuangan Sampah Industri Tidak Berizin

Pemanfaatan Sempadan Sungai Soka untuk Pembuangan Limbah Industri Tak Berizin

Pemakaian Sempadan Sungai Soka untuk Pembuangan Sampah Industri Tidak Berizin

Sempadan sungai di Kecamatan Plered perbatasan Desa Pangkalan serta Cangkring, Kabupaten Cirebon, telah beberapa puluh tahun jadi tempat pembuangan serta pembakaran sampah industri. Usut miliki usut, rupanya tempat itu ilegal serta tempatnya mencemari sungai.

Parahnya, sekarang tempat pembuangan sampah itu makin bertambah. Disamping kanan jembatan, sekarang ini juga telah mulai dipakai untuk tempat pembakaran serta pembuangan sampah industri yang tempatnya kembali di sempadan sungai.

Kabid Program serta Rencana Umum BBWS Cimancis, Dwi Agus Kuncoro pada Radar menjelaskan, BBWS jadi salah satunya lembaga yang perlu diminta gagasannya, berkaitan pemakaian sempadan sungai untuk keperluan atau pemanfaatannya.

“Kalau tempatnya (TPS, red) di sempadan sungai, itu mesti ada izinnya. Mesti ditempuh izinnya ke PUPR tembusannya Dirjen Sumber Daya Air. Hasilnya panjang,” tutur pria yang akrab dipanggil Agus, tempo hari.

Baca juga:

Dalam masalah diatas, lanjut Agus, sebelum mengambil langkah meniti perizinan, pihak pemohon terlebih dulu mesti memperoleh referensi tehnis dari BBWS berkaitan pemanfaatannya. “Rekomendasi dari BBWS ini begitu penting. Sebab bila akan meniti perizinan ke lembaga berkaitan tiada referensi dari BBWS, jadi akan tidak dapat. Sebab untuk referensi tehnis yang keluarkan dari BBWS,” paparnya.

Seingat ia, pihaknya tidak pernah keluarkan referensi tehnis untuk pemakaian sempadan Sungai Soka. Hingga dapat diyakinkan bila tempat pembuangan atau pembakaran sampah industri di Kecamatan Plered itu ilegal. “Lagi juga dapat disaksikan dengan fisik serta kasat mata. Manakah tempat yang berizin serta tidak. Jika yang berizin, tentu rapi serta tidak mencemari sungai. Jika yang semacam itu (Sungai Soka, red) punya potensi mencemari sungai. Sebab ada material yang terjatuh serta terikut air sungai,” tuturnya.

Selain itu, Aktivis Lingkungan Cirebon Rizky Pratama menyesalkan kendornya pengawasan yang dikerjakan lembaga berkaitan dalam perihal ini Pemkab Cirebon. Menurut dia, praktek yang dikerjakan pelaku entrepreneur yang buang serta membakar sampah industrinya di tempat itu, punya potensi memunculkan efek jelek buat lingkungan. Terpenting pencemaran yang berlangsung di sungai.

“Apalagi info yang masuk, bukan sekedar sampah industri yang dibuang disana. Tetapi ada pula truk tangki sedot WC yang buang sampahnya ke tempat itu. Ini kan bermakna pengawasannya kendor serta tidak serius. Mesti ditindak,” katanya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *