Pembalut Dibuang ke Septictank, IPAL Komunal Serengan Solo Bocor

Pembalut Dibuang ke Septictank, IPAL Komunal Serengan Solo Bocor

Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) komunal di Kampung Makam Bergolo RT 001/RW 009 Kelurahan/Kecamatan Serengan, Solo, bocor.

Mengakibatkan air dari aliran pembuangan itu langsung disalurkan ke Sungai Makam Bergolo supaya tidak meluber ke jalan.

Ketua RT 001/RW 009, Bajuri Widodo, menjelaskan air dari pembuangan itu sangat terpaksa disalurkan ke sungai sebab awal mulanya sudah sempat meluber ke jalan.

Ia menuturkan cuma air dari pembuangan sampah rumah tangga itu yang disalurkan ke sungai dengan sekat. Sedangakn aliran pembuangan tinja tidak terserang efeknya.

“Kemarin kan membeludak ke jalan [airnya]. Ya telah saya buatkan aliran yang langsung membawa air masuk ke kali untuk dibuang. Kan awal mulanya aliran yang dibuang ke sungai lewat pipa peralon,” jelas Bajuri pada Solopos.com, Senin (5/11/2018).

Ia menuturkan kebocoran itu karena masyarakat masih tetap ada yang buang pembalut, plastik, bahkan juga sempat diketemukan celana dalam anak-anak dibuang ke septictank punya masyarakat.

Baca juga: Memprihatinkan, Iklan Telat Bulan Bersebaran

Mengakibatkan aliran yang terbuat dari paralon itu pampat sebab biasanya ada limbah-limbah itu.

“Biasanya saya dibantu masyarakat ogrok-ogrok [mengambili beberapa barang tersebut]. Umumnya langsung mengalir [setelah diogrok-ogrok]. Tetapi ini tidak dapat,” tutur ia.

Ia menuturkan sampah rumah tangga yang datang dari septictank itu akan mengalir ke Sanitasi Penduduk (Sanimas) untuk setelah itu di proses jadi biogas.

Pembuatan Sanimas dikerjakan pada 2008 dengan dana pertolongan sejumlah Rp350 juta. Sekarang karenanya ada Sanimas itu, empat keluarga di RW itu tidak beli elpiji saat tiga tahun terakhir.

“Masuk ke Sanimas [dari septictank], di proses disana, alirannya dua dari [limbah] rumah tangga. Tinja masuk ke Sanimas, air masuk ke Sungai Makam Bergolo. Jadi dari kamar mandi orang masuknya kesini. Di proses jadi biogas,” papar ia.

Menurutnya, awal mulanya jika telah dibikin bersih air bisa langsung mengalir dari pembuangan itu. Namun sebab kebanyakan tumpukan sampah, pipa paralon itu tidak dapat optimal dalam proses pembuangan air serta pada akhirnya bocor.

“Kemarin telah saya laporkan ke Sanimas Jateng, telah didatangi serta didata tetapi [sudah satu pekan ini] belumlah ada perbaikan. Tempo hari juga laporan [ke pemerintah kelurahan] waktu rapat,” jelas ia.

Lurah Serengan, Restu Tiaswening, menjelaskan ada dikit rusaknya pada aliran air IPAL komunal itu. Saat rapat, RW berkaitan ikut sudah memberikan laporan rusaknya itu.

Ia menuturkan sekarang ini masih juga dalam proses mengajukan dana pembangunan kelurahan (DPK). “Perbaikan itu akan diserahkan ke musrenbangkel [musyarawah rencana pembangunan kelurahan] serta ketetapan perbaikan berada di peserta musrenbangkel nanti,” katanya, Senin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *