Bisnis, Rumah

Memprihatinkan, Iklan Telat Bulan Bersebaran

Memprihatinkan, Iklan Telat Bulan Bersebaran

Memprihatinkan, Iklan Telat Bulan Bersebaran

Afriquehebdo.com, SLEMAN – Tiang lampu lalu-lintas, tiang listrik, pohon serta tembok-tembok rumah ataupun jembatan penuh tempelan brosur, banner ataupun iklan lainnya. Sebutlah saja iklan sedot WC, gadai BPKB, perpanjang alat penting, membantu skripsi, obat kuat bahkan juga iklan telat bulan.

Pada iklan telat bulan (haid) itu ikut tercantum nomer telephone. Dari pantauan Radar Jogja, banyak daerah, terutamanya di daerah yang dekat dengan pusat keramaian ramai ditempel iklan itu.

Sebutlah saja, lampu lalu-lintas serta tiang listrik di sekitaran Fakultas Kehutanan UGM. Selama Jalan Kaliurang serta lokasi-lokasi di daerah Ngaglik. “Adanya iklan itu menggelisahkan,” kata anggota Komunitas Pengamat Berdiri sendiri (Forpi) Sleman Hempri Suyatna Rabu (7/11).

Hempri dengan spesifik menyoroti terdapatnya iklan telat haid serta membantu skripsi. Memang rata-rata dipasang di sekitaran universitas.

“Bantu skripsi itu berarti tingkah laku mahasiswa saat ini yang memang ingin praktis,” katanya.

Dari kacamatanya, terdapatnya iklan telat haid itu ikut memberikan indikasi terdapatnya tingkah laku menyelimpang pada remaja. Masalah pergaulan masih tetap jadi momok.

Di mana kedatangan kos-kosan yang memiliki loabel bebas ataupun ‘las vegas’ ada banyak ada di Sleman. “Dari iklan telat haid ini tunjukkan cenderung remaja mengarah sex bebas,” tutur Hempri.

Memang, berita itu adalah berita lama. Akan tetapi pemerintah seolah tutup mata dengan praktek yang ke arah aborsi itu. Pencarian untuk membuka penebar iklan butuh dikerjakan.

Masalah penyimpangan tingkah laku sex remaja di DIJ sangatlah gawat. Dapat dibuktikan dengan masalah pelecehan yang dikerjakan mahasiswa UGM waktu lalu. “Akar persoalan ini mesti dipecahkan,” pinta Hempri.

Terdapatnya iklan itu ikut dipandang seperti sampah visual. Kepala Unit Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Hery Sutopo menuturkan iklan yang ditempel di lampu alat pemberi isyarat jalan raya (APILL) jelas melanggar peraturan. “Jelas tidak ada izinnya,” papar Hery.

Tempat yang tidak bisa dipasangi iklan ataupun iklan yang tidak berizin seperti di tiang listrik, serta tiang telephone. Termasuk juga pohon, rambu-rambu jalan raya, tiang-tiang di jalan umum serta pemasangan banner yang melintang di dalam jalan.

“Kami seringkali menertibkan sampah visual dengan berkala,” tandas Hery. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *