Kesehatan

Mengenal Beberapa Jenis Defibrillator (Alat Kejut Jantung)

Sebagian dari anda mungkin telah mengetahui tentang berbagai macam jenis alat – alat medis di rumah sakit atu di tempat lainnya, terutama untuk unit emergency. Salah satu alat yang cukup penting sebagai alat Emergency yaitu Defibrillator atau sering disebut juga dengan alat kejut jantung. Apa itu Defibrillator ?

Defibrillator adalah alat ini digunakan untuk menolong seseorang yang mengalami serangan jantung mendadak yang dalam bahasa medis disebut “heart attack” . Defibrillator bekerja dengan cara mengalirkan arus listsrik pada tegangan tertentu. Dari sini kita mengenal ada beberapa macam jenis – jenis defibrillator.

Mengenal Jenis – Jenis Defibrillator

jenis defibrillator

1# Jenis Defibrillator Berdasarkan Cara Kerjanya

Kita mengenal ada dua macam jenis alat defibrillator yang ada di pasaran. Kalau kita lihat berdasarkan cara kerjanya ada defibrillator otomatis (AED) dan defibrillator manual. Defibrillator otomatis disebut juga defibrillator portale atau AED (Automated External Defibrillator) yaitu jenis defibrillator yang bekerja secara otomatis menganalisa aritma jantung saat terjadi fibrasi untuk menentukan berapa besar energi yang dibutuhkan untuk proses defibrillasi.

Sementara itu defibrillator manual dilengkapi dengan monitor ECG sehingga analisa aritma dapat dilakukan secara manual. Selain itu, dalam menentukan berapa energi yang dibutuhkan juga dapat dilakukan secara manual dengan rentang tertentu hingga 360 Joule. Oleh sebab itu, jenis defibrillator yang satu ini bisa kita namakan defib manual.

2# Jenis Defibrillator Berdasarkan Bentuk Gelombang

Saya tidak tahu pastinya yang sekarang ini, namun secara umum dulu ada dua macam defibrillator berdasarkan bentuk gelombang yang digunakan dalam defibrillasi. Yaitu gelombang monophasic dan biphasic. Defibrillator monophasic melakukan kejutan dari satu elektroda ke elektroda lainnya dalam satu kali proses.

Sedangkan defibrillator biphasic gelombang berjalan dua kali. Pertama dari elektroda pertama ke elektroda yang kedua (seperti mekanisme monophasic). Kemudian setelah itu, gelombang kembali lagi dari elektroda ke dua menuju ke elektroda yang pertama.

Dari sini bisa kita simpulkan bahwa defibrillator monophasic hanya sekali stimulus, namun untuk defibrillator biphasic menggunakan dua stimulus listrik. Dari data ini telah dilakukan penelitian, ternyata prosentase keberhasilan lebih besar ketika dilakukan dengan defibrillator biphasic.

Itulah bebrapa jenis defibrillator bila kita lihat dari dua sudut pandang yang berbeda. Yang berbeda dari dua macam defibrillator tersebut yaitu harganya, di toko alat kesehatan yang jual defibrillator kami dapatkan informasi tentang harga. AED ternyata lebih murah dibandingkan dengan defibrillator otomatis. Adapun fungsinya, tidak ada perbedaan diantara keduanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *