Apartemen, Bisnis, Usaha

Ketahui Jenis-Jenis Haji dan Tata Cara Haji Beserta Kegiatannya


Dalam pratiknya, pelaksanaan ibadah Badal Haji terdiri berasal dari tiga langkah yakni sebagai berikut…
a. Pelaksanaan Haji Ifrad
Haji Ifrad adalah pelaksanaan haji saja. Jamaah haji yang pilih langkah ini tidak diwajibkan membayar dam. Pelaksanaan haji ifrad biasa dipilih oleh jamaah haji yang era kala wukufnya telah dekat (kurang lebih) lima hari.

Haji ifrad bisa dikerjakan dengan empat cara, yakni sebagai berikut..
1. Melaksanakan haji saja, tanpa melaksanakan umrah
2. Melaksanakan haji lebih dahulu baru melaksanakan umrah
3. Melaksanakan umrah sebelum saat bulan-bulan haji, lalu berihram haji pada bulan haji
4. Melaksanakan umrah pada bulan-bulan haji, lalu pulang ke tanah air dan berangkat ulang ke tanah suci untuk melaksanakan haji

Namun pada umumnya, dikatkana haji ifrad ialah mendahulukan haji daripada umrah. Artinya melaksanakan haji dahulu dan sesudah selesai haji, baru melaksanakan umrah.

Beberapa kelakuan tersebut dikerjakan bagi jamaah haji ifrad disaat melaksanakan haji
1. Bersuci (mandi dan berwudu)
2. Berpakaian ihram
3. Salat sunah dua rakaat
4. Berniat haji dengan mengucapkan
Niat Haji Ifrad:

Artinya:
Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berhaji.
5. Ketika tiba di Mekah
Jamaah haji ifrad disaat tiba di Mekah disunahkan melaksanakan tawaf qudum (baru datang). Tawaf ini bukan tawaf umrah dan bukan tawaf haji. Tawaf qudum bagi jamaah haji ifrad boleh dilanjutkan dengan sai atau tidak dengan sai.

Apabila tawaf dilanjutkan dengan sai, sainya telah juga sai haji sehingga pada kala tawaf ifadah (rukun haji) tidak mesti ulang melaksanakan sai.

Setelah melaksanakan tawaf qudum, jamaah haji ifrad tidak diakhiri dengan tahalul sampai selesai seluruh aktivitas haji. Hal itu dikarenakan pada kala memakai ihram diniatkan ibadah haji. Selanjutnya, menanti kala wukuf di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.
Adapun alur aktivitas dan doa pada pelaksanaan haji ifrad, sejak berasal dari wukuf sampai tawaf ifadah mirip dengan pelaksanaan haji tamattu.

Apabila jamaah haji ifrad hendak melaksanakan umrah, umrah tersebut dikerjakan sesudah pelaksanaan haji dengan mengambil miqat berasal dari tidak benar satu di antaranya, yakni Tan’im atau Ji’ranah atau miqat lainnya.

Demikian, uratan berkenaan pelaksanaan haji ifrad. Setelah selesai umrah, bagi jamaah haji yang belum ke Madinah diberangkatkan ke Madinah. Sebelum ke Madinah, jamaah haji direkomendasikan sehingga melaksanakan tawaf (pamitan).

Kegiatan jamaah haji Travel Haji Umrah di Madinah, pada lain salat Arbain, ziarah ke tempat-tempat bersejarah, dan melaksanakan amalan lainnya yang sesuai dengan syarak.

b. Pelaksanaan Haji Tamattu
Haji tamattu adalah melaksanakan umrah lebih dahulu, baru melaksanakan ibadah haji. Jamaah haji tamattu, diwajibkan membayar dam nusuk (sesuai ketetapan manasik). Pelaksanaan haji tamattu di mulai dengan melaksanakan umrah terlebih dahulu, yaitu..
1. Bersuci (mandi dan berwudu)
2. Berpakaian ihram
3. Salat sunah dua rakaat
4. Niat berasal dari miqat dengan mengucapkan

Artinya:
Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berumrah
5. Membaca talbiah, selawat, dan doa;
6. Masuk mekah dan berdoa;
7. Masuk masjidil haram, melihat ka’bah dan berdoa;
8. Melintasi maqam ibrahim disaat hendak tawaf disunahkan berdoa;
9. Tawaf sebanyak tujuh kali putaran
10. Sai di mulai berasal dari Bukit Safa dan berakhir di Bukit Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan
11. Mencukur rambut sebagai sinyal selesainya pelaksanaan umrah.

Selesai melaksanakan umrah, jamaah haji tamattu’ menanti tanggal 8 Zulhijah untuk melaksanakan haji, yaitu:
1. Bersuci (mandi dan berwudu)
2. Berpakaian ihram
3. Salat sunah dua rakaat
4. Niat berasal dari miqat dengan mengucapkan

Artinya:
Aku penuhi panggilan-M ya Allah untuk berhaji
5. Berangkat ke Arafah (tanggal 8 Zulhijah)
6. Wukuf di Arafah (tanggal 9 Zulhijah)
7. Berangkat ke Muzdalifah sesudah matahari terbenam
8. Mabit di Muzdalifah (malam tanggal 10 Zulhijah)
9. Mabit di Mina untuk melontar tiga jamrah, dan
10. Kembali ke Mekah untuk melaksanakan tawaf ifadah, sai, dan tawaf wadak.

c. Pelaksanaan Haji Qiram
Haji Qiram adalah melaksanakan haji dan umrah di dalam satu kemauan dan satu pekerjaan sekaligus. Dalam perihal ini, jamaah haji qiram mesti membayar dam nusuk. Pelaksanaan haji dengan langkah qiram bisa dipilih bagi jamaah haji yang dikarenakan sesuatu hal, ia tidak bisa melaksanakan umrah sebelum saat dan sesudah hajinya, juga di antaranya jamaah haji yang era tinggalnya di Mekah sangat terbatas.

Pelaksanaan haji qiram di mulai dengan bersuci (mandi dan berwudu), berpakaian ihram, salat sunah dua rakaat, kemauan haji dan umrah dengan mengucapkan

Artinya:
Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berhaji dan umrah

Ketika tiba di Mekah, jamaah haji qiram yang bukan penduduk Mekah disunahkan mengerjakan tawaf qudum. Tawaf qudum ini bukan tawaf umrah dan bukan tawaf haji (hukumnya sunah), boleh diteruskan dengan sai atau tidak dengan sai. Apabila diteruskan dengan sai, sainya telah juga sai haji sehingga pada kala tawaf ifadah tidak mesti ulang melaksanakan sai.

Selesai mengerjakan tawaf qudum, tidak diakhiri dengan tahalul sampai seluruh aktivitas haji. Adapun aktivitas dan doa pada pelaksanaan haji qiram, sejak berasal dari wukuf sampai dengan selesai mirip dengan pelaksanaan haji tamattu.

Bagi jamaah haji qiram yang belum melaksanakan sai pada tawaf qudum maka disaat melaksanakan tawaf ifadah mesti diteruskan dengan sai. Selanjutnya, pada kala dapat meninggalkan Mekah, jamaah haji qiram hendaklah melaksanakan tawaf wadak.
Wajib Haji
Wajib Haji-Wajib haji adalah kelakuan yang mesti dikerjakan dalam ibadah haji. Apabila mesti haji dilanggar, hajinya tidak sah (tidak membatalkan haji yang dilakukan), tetapi mesti membayar dam (denda) dengan langkah menyembelih binatang. Jika mesti itu telah diganti dengan menyembelih binatang, ibadah hajinya diakui sah. Adapun mesti haji itu ada enam yakni sebagai berikut…
a. Ihram (niat berhaji) berasal dari miqat (batas yang ditentukan)
b. Mabit di Muzdalifah
c. Melontar tiga jamrah, yakni ula, wusta, dan aqabah
d. Mabit di Mina
e. Tawaf wadak bagi yang dapat meninggalkan Mekah, tetapi bagi wanita yang sedang haid (menstruasi) tawaf wadaknya gugur
f. menjauhi kelakuan yang terlarang dalam situasi berihram
Sunah Haji
Sunah Haji-Dalam mengerjakan ibadah haji, ada {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} sunah yang mesti dikerjakan seperti tersebut ini…
a. Salat Sunah di Hijir Ismail
Salat sunah ini bisa dikerjakan kapan saja sekiranya situasi memungkinkan
b. Membaca talbiyah
Talbiyah sunah dibaca sepanjang ihram sampai melontar Jamrah Aqabah pada hari nahar (Iduladha). Bacaan talbiyah adalah…

Artinya:
Aku datang mencukupi panggilan-Mu ya Allah, saya datang mencukupi panggilan-Mu, saya datang mencukupi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, saya datang mencukupi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.
c. Salat sunah tawaf di belakang Maqam Ibrahim
d. Memasuki Ka’bah (rumah suci) sambil berdoa
Larangan-Larangan Haji
Larangan Haji-Larangan bagi orang laki-laki dan perempuan yang sedang menunaikan ibadah haji dan umrah
a. Larangan bagi laki-laki
Laki-laki dilarang memakai pakaian yang berjahit, memakai tutup kepala, dan memakai atas kaki yang menutupi mata kai
b. Larangan bagi perempuan
Perempuan dilarang menutup wajah dan ke-2 telapak tangan.
c. Larangan bagi laki-laki dan perempuan yaitu:
• Memakai wangi-wangian, kecuali yang dipakai sebelum saat niat
• Memotong rambut atau bulu badan yang lainnya
• Memotong kuku
• Mengadakan akad nikah
• Memburu dan membunuh binatang yang ada di tanah suci,
• Bersetubuh dan pendahuluannya
Demikianlah informasi berkenaan Pengertian Haji, Syarat, Rukun, Jenis, Tata Cara & Manfaatnya. Semoga teman-teman bisa terima dan berfungsi bagi kita seluruh baik itu pengertian haji, kriteria haji, rukun-rukun haji, jenis-jenis haji, tata langkah haji, kegunaan haji, mesti haji, sunah haji dan larangan-larangan kala berhaji. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *