Sejarah Revolusi Prancis, Badai Bastille

Berbicara mengenai Prancis tentu kalian langsung terfikir kan dengan kota paris yang terkenal akan fashion dan salah satu keajabain dunianya Menara Eiffel. Oleh karena itu banyak wisatawan yang memang sengaja ingin melihat Menara Eiffel karena keindahan pemandangan dan suasana Eropa yang ada disana terlebih lagi wisatawan yang memang datang dari daratan Asia karena tidak pernah mendapat suasan Eropa denga 4 musimnya tentu menjadi pengalaman yang sangat mengesankan bagi orang – orang Asia.

Dibalik itu semua Prancis juga pernah mengalami masalah internal lhoo guys, tentu sejarah ini salah satu faktor yang menjadikan Prancis seperti saat ini. Yaps Badai Bastille yang memang dari cikal bakal akan terjadinya Revolusi Perancis. Tentu sejarah ini menarik terutama bagi kalian yang memang ingin pergi ke Prancis pasti kalian akan meriset sejarahnya terlebih dulu dong, karena ya memang kebanyakan orang juga tidak mengetahui sejarah ini.

Langsung saja ini sejarahnya !!

Bastille, benteng abad pertengahan di sisi timur Paris yang menjadi, pada abad ke-17 dan ke-18, penjara negara Prancis dan tempat penahanan orang-orang penting yang didakwa dengan berbagai pelanggaran. Bastille, diserbu oleh massa bersenjata Paris pada hari-hari pembukaan Revolusi Prancis, adalah simbol despotisme monarki Bourbon yang berkuasa dan memegang tempat penting dalam ideologi Revolusi.

Dengan delapan menaranya, setinggi 100 kaki (30 meter), dihubungkan oleh dinding dengan ketinggian yang sama dan dikelilingi oleh parit dengan lebar lebih dari 80 kaki (24 meter), Bastille mendominasi Paris. Batu pertama diletakkan pada 22 April 1370, atas perintah Charles V dari Prancis, yang membangunnya sebagai bastide, atau benteng (nama Bastille adalah korupsi bastide), untuk melindungi temboknya di sekitar Paris dari serangan Inggris. .

Bastille, pada kenyataannya, pada awalnya adalah gerbang yang dibentengi, tetapi Charles VI mengubahnya menjadi benteng independen dengan Judi Slot Online menutup bukaannya. Pada tahun 1557 sistem pertahanannya diselesaikan di sisi timur dengan mendirikan sebuah bastion. Pada abad ke-17 sebuah balok melintang dibangun, membagi pelataran dalam menjadi bagian-bagian yang tidak sama.

Kardinal de Richelieu adalah orang pertama yang menggunakan Bastille sebagai penjara negara, pada abad ke-17; jumlah rata-rata tahunan tahanan adalah 40, diasingkan oleh lettre de cachet, perintah langsung raja, dari mana tidak ada jalan lain.

Narapidana termasuk pembuat onar politik dan individu yang ditahan atas permintaan keluarga mereka, seringkali untuk memaksa seorang anggota muda agar patuh atau untuk mencegah anggota yang tidak bereputasi merusak nama keluarga.

Di bawah Louis XIV Bastille menjadi tempat penahanan yudisial di mana letnan polisi bisa menahan tahanan; di bawah kabupaten Philippe II, duc d’Orléans, orang-orang yang diadili oleh Parlement juga ditahan di sana. Namun, pemenjaraan dengan lettre de cachet tetap berlaku, dan buku-buku terlarang juga ditempatkan di Bastille. Tingginya biaya pemeliharaan gedung mendorong pembicaraan tentang pembongkaran pada tahun 1784.

Nah itu dia guys sejarah dari Revolusi Prancis karena kerusuhan di Penjara Bastille. Yang menuntut turunnya Raja Prancis kala itu dan menjadikan Prancis semagai Negara yang dipimpin oleh Presiden seperti saat ini. Tentu itu semua berkat perjuangan rakyat Prancis yang memang mati – matian untuk meRevolusi Prancis secara besar – besaran dan mereka memang sudah muak dengan adanya peraturan – peraturan dan perilaku semena – mena yang di buat oleh Raja Prancis kala itu.

Oke guys itu saja informasi yang bisa saya berikan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

Hal Unik Negara PerancisHal Unik Negara Perancis

Fakta budaya yang menyenangkan tentang Prancis 1. Liberte, Egalite, Fraternite adalah motto nasional Moto nasional negara itu Liberte, Egalite, Franernite (“Kebebasan, Kesetaraan, dan Persaudaraan”) berakar pada Revolusi Prancis, tetapi tidak