Pemenggalan Keji Seorang Guru Di Prancis

Berita pemenggalan keji seorang guru yang terjadi di Prancis ini adalah berita yang sedang hangat diperbincangkan di semua surat kabar berita terkemuka di seluruh dunia. Yang mana banyak pristiwa keji yang terjadi (16/10/20) dengan motif yang masih dicari kejelasan nya secara detail. Begitu juga dengan kasus pemenggalan seorang guru dengan motif sakit hati karena merasa telah di hina dan dilecehkan. Kasus tersebut terjadi tepat di depan sekolah tempat kepala sekolah tersebut bekerja. Kejadian naas tersebut sontak membuat banyak mayarakat Prancis kaget dan ketakutan.

Sakin terkenal nya kasus tersebut du tengah-tengah masyarakat luat di Prancis. Presiden Emmanuel Macron menyebut jika peristiwa mengerikan itu sebagai ‘serangan teroris Islam’. Dikatakan sebagai serangan teroris tentu saja karena alasan yang berhubungan dengan ke ke agamaan. Yang mana kasus tersebut adalah salah satu teror yang dilakukan juga untuk menror warga Prancis kala itu. Ungkapan Presiden Prenacis tersebut lantas semakin mengundang kecemasan banyak masyarakat Prancis yang merasa di teror.

Penyebab Dilakukannya Pemenggalan Keji Seorang Guru

Terungkap sebuah fakta yang sangat miris yang didapatkan dengan mengapa kejadian tersebut sampai terjadi. Dilansir dari salah satu surat kabar setempat berhasil mengungkapkan motiv dasar dari pemenggalan tersebut. Pelaku pemenggalan adalah seorang lelaki yang memakai penutup kepala berwarna hitam. Sebelum ia melancarkan aksi nya tersebut seorang yang sempat menyaksikan kejadian tersebut mengatakan jika pelaku sempat meneriakan kalimat “Allahu Akbar” lalu memenggal kepala korban nya tersebut.

Penyebab Dilakukannya Pemenggalan Keji Seorang Guru

Setelah aparat anti tror Prancis menyelidiki kasus ini, terdapat juga sebuat fakta yang menyatakan sebelum kematian sang guru tersebut. Guru tersebut sempat mengajarkan para murid nya untuk aturan mengenai kebebasan untuk berpendapat.

Baca artikel lainnya: Budaya Prancis Yang Terkenal Diseluruh Dunia

Namun ada yang berbeda dengan pembahasan tersebut yang mana guru tersebut sempat membahas tentang karikulum Nabi Muhammad di dalam kelas sewaktu ia sedang mengajar. Setelah ia selesai mengajar dan memutuskan untuk kembali ke rumah nya. ia dikejutkan dengan seseorang yang menggunakan penutup kepala berwarna hitam dengan membawa pisau ditangan nya.

Pengungkapan Kasus

Setelah banyak penyelidikan yang dilakukan selama beberapa hari terakhir, terdapat banyak spekulasi yang mengatakan asal atau warga kenegaraan dari pelaku tersebut. Penyelidikan dilakukan dengan mengungkapkan jika pelaku tersebut adalah salah satu dari warga Chechnya yang dipimpin oleh Grozny. Yang mana Grozny menyampaikan dengan sangat tegas jika pelaku teror tersebut bukan lah salah satu warga Chechnya. Yang mana ia menegaskan agar warga Prancis tidak menyalahkan negaranya atas segala serangan yang telah terjadi.

Samuel Paty adalah salah satu guru Prancis yang mengajar pelajaran sejarah dan gografi di College du Bois d’Aulne. Paty dibunuh oleh pria yang bernama Abdulak Abuezidovich A dengan cara yang sangat brutal dan keji.

Pemenggalan Keji Seorang Guru Di Prancis

Dengan kasus yang semakin memanas tersebut membuat Grozny harus mengangkat suara dengan mengatakan uacapan pembelaan dan kekecewaan atas tuduhan tersebut.

“Kami mengutuk tindakan teror ini dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Sangat menentang terorisme dalam bentuk apa pun, saya mendesak untuk tidak memprovokasi umat beriman, atau melukai perasaan religius mereka,” ucapnya.

“Ini bukan pertama kalinya Prancis mencoba menyalahkan orang-orang Chechen atas semua masalahnya. Izinkan saya meyakinkan Anda bahwa orang-orang Chechnya bukan bagian dari mereka,” ungkapnya.

Ia sangat menegaskan untuk semua penyelidikan dilakukan dengan lebih baik lagi agar kasus tersebut tidak berimbas pada orang yang tidak bersalah lainnya.

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *