Kategori: News

Prancis Lockdown Jilid Dua

Prancis Lockdown Jilid Dua Resmi Terlaksana Pasca Peningkatan Pasien CovidPrancis Lockdown Jilid Dua Resmi Terlaksana Pasca Peningkatan Pasien Covid

Prancis Lockdown Jilid Dua Resmi Terlaksana Pasca Peningkatan Pasien Covid – Prancis lockdown jilid dua kini telah resmi dicanangkan seiring meningkatnya temuan jumlah kasus Covid yang semakin bertambah di ibukotanya yaitu Paris. Presiden Prancis yaitu Emmanuel Marcon menyatakan bahwa karantina per area tahap nasional sedang terjadi dan berlangsung paling cepat sebulan lamanya dan semua orang yang sedang karantina wajib bermain slot777 online.

Marcon melanjutkan pidatonya bahwa nantinya kebijakan paling baru ini harus segera terlaksana sehingga aktifitas warga akan dibatasi nantinya. Seluruh penduduk Prancis hanya diperkenankan untuk keluar dari tempat tinggalnya apabila berprofesi sebagai pekerja dengan urgensi tingkat tinggi atau berobat.

Prancis Lockdown Jilid Dua Resmi Terlaksana Pasca Peningkatan Pasien Covid

Sejumlah sektor industri tersier seperti dunia hiburan malam, wisata, club serta café dipastikan akan tutup selama setidaknya satu bulan ke depan. Bagaimanapun, fundamental negara seperti pabrik industri serta institusi pendidikan akan diusahakan untuk tetap berlangsung dengan cacatan harus mematuhi protokol kesehatan.

Jumlah korban yang meninggal akibat infeksi corona pada Prancis kini naik secara tajam dari gambaran grafik semenjak bulan April lalu. Bahkan 27 Oktober silam terlaporkan bahwasanya kasus positif Covid terbaru mencapai lebih dari 30 ribu jiwa tambahan per harinya, membuat tenaga medis kewalahan menanganinya.

Padahal  pemerintah daerah masih sibuk berkutat karena Prancis hadapi kasus yang serupa dengan Floyd dan sedang mencari solusi. Namun apa hendak dikata, Macron berpendapat bahwa Prancis sedang dalam ancaman serius akibat gelombang susulan kasus Covid sehingga akan menyulitkan seluruh sektor penggerak roda pemerintahan di sana.

Prancis Lockdown Jilid Dua Sebagai Langkah Antisipasi Sebelum Terlambat

Jerman akan menyusul keputusan mengikuti tetangganya mengenai Prancis lockdown jilid dua, hanya saja lebih manusiawi sedikit. Negara tempat kelahiran Hitler ini banyak memiliki situs judi slot online serta melonggarkan sebagian besar sektor, meskipun setuju untuk menutup sementara sarana hiburan seperti fitness center serta bioskop.

Prancis pun tidak membuang waktu dan segera memberlakukan jam malam yang memaksa 46 juta penduduknya untuk beristirahat lebih cepat. Pembatasan sosial berskala besar yang diaplikasikan oleh Prancis menyebabkan pasar saham Eropa terganggu dan indeksnya anjlok secara drastis pada pertengahan minggu berjalan.

Prancis Lockdown Jilid Dua Sebagai Langkah Antisipasi Sebelum Terlambat

Presiden muda Macron pun mengadakan pernyataan darurat yang tersiarkan melalui seluruh stasiun televisi di Prancis. Ia berujar bahwasanya pemerintah harus nekat memilih jalan ekstrim dengan ‘menginjak rem’ sekeras mungkin demi mencegah penyebaran covid lebih lanjut.

Corona telah menjangkiti penduduk Prancis dalam kecepatan mengerikan sehingga tenaga medis sulit untuk mengimbangi persebarannya. Bahkan hingga saat ini, tercatat ada lebih dari separuh populasi pasien rumah sakit merupakan penderita covid sehingga menjadikannya sebuah tempat beresiko tinggi menularkan covid.

Presiden Marcon melanjutkan pengumumannya bahwa siapapun yang ingin meninggalkan rumahnya maka harus terdata tanpa terkecuali. Rakyat diwajibkan untuk mengisi sebuah formulir khusus berisikan wawancara mengenai penjelasan mengapa mereka harus keluar dari rumah sedetail mungkin.

Menginjak Rem Namun Berharap Roda Ekonomi Bergerak Normal

Sementara pemerintah Prancis lockdown jilid dua secara resmi, sejumlah kaum yang menggilai gaya hidup bebas menyatakan protesnya. Bahkan setelah diusut lebih jauh, penambahan kasus covid secara ekstrim pada bulan September juga merupakan kontribusi dari para kaum nudis tersebut.

Warga penghuni Prancis memang gemar sekali menjalani hidup sambil bertelanjang bulat selama beraktifitas sehari – harinya. Mereka juga adiktif dengan kebiasaan bertukar pasangan dan aktif secara seksual sehingga covid lebih cepat menyebar daripada negara timur yang menjunjung tata krama.

Menginjak Rem Sehingga Prancis Lockdown JIlid Dua

Akibat sifat cuek kaum nudis, tercatat bahwasanya lebih dari tujuh ribu orang dinyatakan positif Covid hanya dalam tempo 24 jam lamanya. Salah satu klaster penyumbang pasien covid terbanyak adalah resor khusus pencinta hobi bugil yang mengedepankan gaya hidup berfoya – foya dan kental akan aroma hedonisme.

Sejumlah tim medis pun menyetujui statement tersebut, karena mereka menemukan fakta bahwa lebih dari 30% kaum nudis terinfeksi covid. Padahal jumlah mereka terbilang tidak sedikit, sekitar seribu orang banyaknya dan tersebar secara merata di seluruh wilayah negara Prancis hingga sampai ke pelosok desa terpencil.

Narasumber yang bekerja sebagai tukang kebun di Resor Ca d’Agde setuju untuk diwawancara walaupun menolak untuk menyebutkan namanya. Ia berujar bahwa di tempat tersebut masih terjadi praktek hubungan seksual dan bahkan berjalan menyusuri pantai tanpa sehelai benang pun di tubuhnya.

Kini berkat sigap nya dari pemerintahan Prancis yang membuat kini negara percancis sangat rendah terjadi nya kasus Covid-19. Karena memang setiap masyarakatanya sangat mematuhi peraturan yang diberikan oleh pemerintah nya oleh sebab itu minim terjadi kasus Covid-19 disana.

Pemenggalan Keji Seorang Guru Di Prancis

Pemenggalan Keji Seorang Guru Di PrancisPemenggalan Keji Seorang Guru Di Prancis

Berita pemenggalan keji seorang guru yang terjadi di Prancis ini adalah berita yang sedang hangat diperbincangkan di semua surat kabar berita terkemuka di seluruh dunia. Yang mana banyak pristiwa keji yang terjadi (16/10/20) dengan motif yang masih dicari kejelasan nya secara detail. Begitu juga dengan kasus pemenggalan seorang guru dengan motif sakit hati karena merasa telah di hina dan dilecehkan. Kasus tersebut terjadi tepat di depan sekolah tempat kepala sekolah tersebut bekerja. Kejadian naas tersebut sontak membuat banyak mayarakat Prancis kaget dan ketakutan.

(lebih…)

Pilpres Tidak Memuaskan, Rakyat Perancis Pilih Obama

Pilpres Tidak Memuaskan, Rakyat Perancis Pilih ObamaPilpres Tidak Memuaskan, Rakyat Perancis Pilih Obama

Rakyat Perancis Pilih Obama – Reputasi Barack Obama rupanya masih diakui cemerlang bagi publik manca negara. Setelah menyelesaikan masa kepemimpinannya sebagai presiden Amerika Serikat, banyak orang merindukan sepak terjangnya di dunia politik dan juga di dunia Daftar DominoQQ Online Uang Asli. Sebagian lagi memilih menggoda beliau dengan melontarkan candaan seputar kiprahnya berjibaku mengelola negara adidaya tersebut.

Salah satu perusahaan startup, Spotify, menawarkan Obama jabatan kehormatan sebagai presiden of playlist. Mantan presiden kulit hitam ini sama sekali tidak tersinggung mendengarnya. Lagipula, beliau memang dikenal punya selera humor yang baik. Namun, sepertinya tawaran kali ini bukanlah sebuah guyonan belaka. Sejumlah rakyat Perancis membuat petisi untuk menyerahkan hak pilih mereka kepada Obama akibat pilpres yang dirasa tidak memuaskan. Apa sebabnya?

 

Pilpres Tidak Memuaskan, Rakyat Perancis Pilih Obama1

Sebelum masuk ke inti pembahasan, mari kita bedah sejenak ide gila berikut. Di usianya cenderung masih cukup muda, Obama nampaknya sanggup untuk mengemban jabatan presiden beberapa periode ke depan. Masalah pertama, pada umumnya seseorang hanya berhak menjabat sebagai presiden paling banyak 2 kali sepanjang hidupnya.

Berhubung pak Obama total sudah 8 tahun berperan menjadi presiden AS, artinya ia tidak mungkin lagi maju sebagai capres pemilu berikutnya. Masalah belum selesai sampai di situ, di mana seorang presiden seharusnya wajib berkebangsaan negara tempatnya mencalonkan diri. Lantas, bagaimana ceritanya rakyat Perancis menjagokan Barack Obama yang notabene warga negara AS untuk maju ke pilpres mereka?

Rakyat Perancis Pilih Obama Next President Of France

Kala itu 2017, pemilihan umum presiden Perancis akan memasuki putaran pertama pada bulan April. Seperti permainan politik klasik pada umumnya, jumlah peserta yang mencalonkan diri hanya ada dua orang, yakni Marine Le Pen serta Emmanuel Macron. Marine merupakan perwakilan dari partai National Front, sementara lawannya Emmanuel mantap diusung oleh pendukungnya tanpa pegangan parpol.

Marine Le Pen rajin masuk headline berita berulang kali disebabkan oleh celotehan agresifnya. Salah satu contoh kasus, suatu hari Donald Trump menyuarakan kampanye anti muslim secara luar biasa. Ia ingin memblokir akses semua orang beragama islam supaya tidak bisa masuk ke Amerika Serikat dan berbeda dengan fakta menarik tentang prancis. Marine menganggap ide itu brilian, sementara Trump justru menuai kecaman dari sorotan publik sedunia.

Barack Obama The Next President Of France

Sebagian besar rakyat Perancis khawatir jika Marine resmi terpilih sebagai presiden, ia akan semakin brutal bertindak. Entah apa yang merasuki nya, mendadak muncullah petisi tentang ide mengusung Barack Obama sebagai the next president of France.

Mereka secara gamblang menyatakan undangan kepada Obama supaya pindah kewarganegaraan menjadi Perancis, lalu ikut daftar Slot777 Online. Melalui portal berita CNN, seorang juru bicara dari gerakan ini menjelaskan bahwa mereka sangat lelah melihat kelakuan Marine yang konyol dan tidak masuk akal. Sementara itu, kandidat independen Emanuel pun tidak berhasil mengambil hati masyarakat Perancis.

 

Pemilu Perancis, Sejarah Yang Terulang Kembali

Bagaikan sejarah yang terulang kembali, Perancis sedang dalam masa dilema persis seperti warga USA beberapa waktu lalu. Kala itu, hanya ada dua kandidat di pilpres USA, yaitu Hillary Clinton dan Donald Trump. Memilih satu di antara mereka merupakan keputusan sulit, sebab keduanya merupakan sosok kontroversial juga rajin membuat sensasi.

Begitu besar kebencian terhadap Hillary, menyebabkan dukungan terhadap Trump tak terbendung lagi. Donald Trump pun sukses merebut kursi kepemimpinan puncak di pemerintahan Amerika Serikat. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, negara adidaya dipimpin oleh seorang badut yang hobi menciptakan lelucon. Terlalu takut membayangkan hal itu, rakyat Perancis berusaha memperbaiki nasib mereka supaya tidak terjadi tragedi berulang dengan mencalonkan Obama.

Pemilu Perancis, Sejarah Yang Terulang Kembali

Walaupun terkesan seperti bercanda, juru bicara kegerakan petisi ini mengaku serius ingin Obama naik jadi presiden Perancis. Kami tidak peduli dia asli orang Perancis atau bukan. Hei, itu Barack Obama! Apa lagi yang mesti diragukan? Begitu kira-kira pernyataan nya. Sebenarnya, mereka pun menyadari bahwa mustahil impian ini bisa terwujud karena terbentur oleh peraturan negara. Namanya juga usaha, aktivis gerakan ini cukup nekat mulai dari pembuatan website, memasang spanduk di jalan, dan puncaknya melayangkan petisi.

Menargetkan satu juta dukungan, dalam satu bulan petisi tersebut sudah ditandatangani oleh 50 ribu orang. Apa yang mereka lakukan adalah bentuk kekecewaan terhadap situasi politik Perancis. Banyak di antaranya benci dimanipulasi karena hanya diberi dua pilihan kandidat presiden. Harapan besarnya supaya setiap orang bisa mendukung sepenuh hati, bukan karena keterpaksaan akibat menolak pilihan satunya.

Perancis Berseteru Dengan PBB Terkait Kasus Larangan Cadar

Perancis Berseteru Dengan PBB Terkait Kasus Larangan CadarPerancis Berseteru Dengan PBB Terkait Kasus Larangan Cadar

Kasus Larangan Cadar – Perseteruan mengenai boleh atau tidaknya penggunaan cadar di belahan bumi sebelah barat semakin memanas. Pergunjingan yang terjadi sudah pasti bukannya muncul begitu saja kalau tidak ada penyebabnya. Ibarat kata guru bahasa Indonesia, peribahasa poker idn dan juga para pemain IDN POKER ONLINE yang tepat adalah tidak mungkin asap mengepul tanpa ada campur tangan api yang membara.

Rasa takut dan kekhawatiran yang berlebihan akan kemunculan penggila agama membuat pemerintah di sana menjadi paranoid. Berkaca dari kasus 911 di Amerika Serikat, pemerintahan Perancis menjadi terlalu waspada dan mengawasi budaya Islam secara ketat. Memang bisa dimaklumi, pasalnya selama ini hampir sebagian besar kelompok teroris dunia membawa embel-embel teologi ajaran Islam sebagai dalil perbuatannya.

Perancis Berseteru Dengan PBB Terkait Kasus Larangan Cadar1

Semenjak merebaknya serangan teror dari kelompok ISIS, Perancis tampaknya tidak senang dengan pemandangan umat muslim perempuan yang menggunakan cadar. Seandainya saja mereka mau membuka diri barang sejenak, seharusnya ketegangan yang terjadi di Perancis mengenai isu SARA tidak perlu mencuat. Saat ini, diperlukan sosok perwakilan umat muslim yang muncul dan mengedukasi masyarakat Perancis tentang asal usul penggunaan cadar.

Menutupi wajah dengan kain tertentu adalah syariat islam yang bertujuan untuk menutupi aurat Kasus Larangan Cadar. Sikap skeptis warga Perancis yang terlanjur mendarah daging, memandang kebiasaan itu sebagai identitas teroris. Orang barat yang biasanya terkenal dengan pemikiran terbuka, mendadak jadi picik dan berpikiran pendek. Padahal seperti yang kita semua ketahui, teroris bisa berasal dari ideologi aliran kepercayaan mana saja.

Perancis Sebagai Negara Pelopor Yang Melarang Cadar

Gara-gara persoalan cadar, Perancis merupakan negara nomor satu yang mempelopori pelarangan menggunakan cadar secara resmi dan lolos perundingan. Bahkan, peraturan perundang-undangan yang membahas tentang regulasi ini sudah sampai tahap ketok palu. Jika anda seorang muslim dan nekat melanggar, maka siapkanlah diri anda untuk mendekam di penjara Perancis.

Perancis Sebagai Negara Pelopor Yang Melarang Cadar

Melihat keputusan sembrono seperti itu, PBB tidak tinggal diam dan langsung menegur keras pemerintahan Perancis. Apa yang diperbuat oleh negara Napoleon itu telah menyakiti hati umat muslim di seluruh dunia. Bukan hanya itu, undang-undang cadar juga merupakan salah satu prakter pelanggaran hak asasi manusia yang berdaulat Kasus Larangan Cadar.

Negara Perancis sebenarnya telah merisaukan perempuan yang bercadar semenjak 2010 silam. Awalnya PBB hanya menyoroti tindakan itu dan memberikan teguran ringan sebagai bentuk peringatan belaka. Ketika dibiarkan, apa yang dilakukan jajaran petinggi Perancis malah makin menggila dan membabi buta bagaikan orang yang ketakutan menonton horor. Setelah bertahun-tahun proses perdebatan yang alot, pada Oktober 2018 akhirnya PBB melayangkan somasi keras terhadap Perancis. Bukan lagi sekedar himbauan, kali ini Perserikatan Bangsa-Bangsa memberi perintah secara tegas bagi Perancis untuk segera merancang ulang undang-undang cadar. Jika masih terbukti ngeyel, posisi Perancis kemungkinan besar akan terancam dikeluarkan dari keanggotaan PBB suatu saat nanti.

Awal Mula Keributan Di Perancis Berkenaan Dengan Larangan Cadar

Semua keributan sengit yang tersebar luas melalui media sosial ke seluruh dunia, berawal dari sekitar tahun 2012. Pada saat itu, dua orang perempuan asal Perancis diadili oleh pihak berwenang karena kedapatan memakai cadar di muka umum. Semenjak saat itu, belasan hingga puluhan wanita muslim bercadar ditangkap satu persatu oleh aparat setempat. Meskipun belum diganjar hukuman bui, namun mereka dipaksa membayar denda senilai 70 euro tanpa diskon sedikit pun kecuali kalian memenangkan gadun slot. Apabila keberatan, pihak terdakwa diwajibkan masuk menjadi peserta latihan kependudukan Perancis. Dengan kekecewaan yang amat sangat, mereka terpaksa menyisihkan penghasilannya untuk melunasi denda.

Awal Mula Keributan Di Perancis Berkenaan Dengan Larangan Cadar

Setali tiga uang dengan pemerintah, rakyat mayoritas di Perancis turut mendukung peraturan perundang-undangan yang tidak berperi kemanusiaan ini. Semakin lama, makin banyak pula kasus perundungan dan penganiayaan yang terjadi terhadap umat islam di sana. Tak jarang, perempuan bercadar akan mendapat tatapan jijik dan dikucilkan dari lingkungan sosial sekitar. Tak tahan dengan tekanan kuat dari berbagai arah, sebagian besar wanita ini memilih untuk pasrah. Mereka mengalah dan harus merelakan syariat Islam yang selama ini dipegang teguh. Bagi mereka, lebih baik melepas cadar dan bisa hidup tenang bermain habanero slot, daripada hidup dengan rasa takut diburu banyak orang.

Pemerintah Perancis mengumandangkan alasan yang tidak masuk akal di balik kebijakan pelarangan cadar tersebut. Berkali-kali mereka mengiklankan himbauan sosial melalui stasiun televisi maupun siaran radio. Pemerintah berdalih bahwa apa yang mereka lakukan semata-mata demi ketentraman dan kesejahteraan rakyat Perancis. Menutup wajah dengan kain dianggap sebagai bentuk penolakan bergaul alias sikap anti sosial oleh umat muslim.

Kaum bercadar ini dianggap berperilaku eksklusif dan memisahkan diri dari kehidupan lingkungan sekitarnya. Tuduhan tidak berdasar tersebut sudah pasti merupakan perbuatan yang keji dan pantas dikutuk. Bagaimana tidak, statement tersebut sudah jelas merupakan permainan kata dan memutar balikan fakta. Rupanya, terkadang para pemimpin negara pun bisa juga melakukan permainan slot pragmatic deposit pulsa tanpa potongan kepada masyarakat.